News

Terlalu Cepat Mengumandangkan Azan, Jemaah Masjid di Malaysia Batal Puasa

Insiden itu terjadi kepada jamaah Masjid Al-Khairiyah, Taman Seri Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia


Terlalu Cepat Mengumandangkan Azan, Jemaah Masjid di Malaysia Batal Puasa
Dalam foto ini, umat ​​Muslim melakukan salat Tarawih sambil menjaga jarak fisik dan mengenakan masker wajah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Masjid Wilayah di Kuala Lumpur, 15 April 2021 (Hari Anggara via Yahoo News)

AKURAT.CO, Kejadian warga yang batal puasa karena masjid terlalu cepat mengumandangkan adzan ramai jadi omongan media.

Seperti diwartakan Borneo Post hingga Yahoo News Rabu (21/4), insiden itu terjadi kepada para jamaah Masjid Al-Khairiyah, Taman Seri Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia. 

Pada Selasa (20/4), jemaah berbuka lebih awal lantaran masjid keliru dalam mengumandangkan azan lebih cepat tiga menit dari waktu seharusnya. Karena itulah, pihak masjid akhirnya meminta para jemaah untuk mengqadha puasa di waktu lain setelah bulan suci Ramadan. 

Pengurus masjid, Wan Nawawi Wan Dagang lantas mengungkap bahwa kekeliruan itu terjadi karena masalah teknis pada tampilan digital waktu azan di masjid.

Namun, Wan Nawawi tetap menegaskan bahwa puasa jemaah masjid waktu itu memang harus batal dan perlu diganti. Menurutnya itu didasarkan pada pandangan mayoritas ulama mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i serta banyak dari mazhab Hanbali.

Dalam pernyataan itu, Wan Nawawi juga mengutip penjelasan yurisprudensi Islam oleh Kantor Mufti Wilayah Federal yang mengatakan bahwa jemaah yang mengandalkan azan masjid untuk berbuka puasa perlu mengganti puasa mereka.

"Jemaah hanya mengandalkan adzan Magrib dari Masjid Al-Khairiyah untuk berbuka puasa, perlu diketahui bahwa puasa batal pada hari itu dan perlu diganti," katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurut ajaran Islam, puasa pada bulan Ramadan hukumnya wajib. Adapun waktu berpuasa bagi umat Islam adalah dimulai dari terbitnya fajar kedua atau waktu subuh sampai terbenamnya matahari atau Magrib.

Namun, sebagian besar Muslim saat ini memang masih banyak yang mengandalkan jadwal waktu tetap untuk berbuka puasa. Beberapa juga masih mengandalkan suara azan untuk mengetahui kapan Magrib dan waktu berbuka puasa tiba.[]