News

Terkuak Alasan Dirut PT LIB Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Terkuak Alasan Dirut PT LIB Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita saat menghadiri Kongres Biasa PSSI 2022 di Bandung, Jawa Barat pada Senin (30/5). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan alasan Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Salah satunya yakni PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap stadion.

“Kita melakukan olah TKP, berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan,” kata Listyo dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Kamis (6/10/2022).

Padahal, kata dia, PT LIB dalam hal ini seharusnya bertanggung jawab atas verifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum Liga bergulir. Eks Kabareskrim Polri itu menyebutkan, verifikasi terakhir yang dilakukan PT LIB terhadap stadion kebanggaan warga Malang, Jawa Timur itu dilakukan pada tahun 2020.

baca juga:

"Verifikasi terakhir tahun 2020 dan ada catatan yang harusnya dipenuhi terkait keselamatan. Dan di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan hanya menggunakan hasil tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut,” ujar Sigit.

Selain itu, Kapolri mengatakan, dalam olah TKP itu juga ditemukan fakta bahwa panitia penyelenggara tidak menyiapkan rencana darurat dalam menangani situasi-situasi khusus. Padahal, saat itu stadion dihadiri oleh sekitar 42 ribu penonton.

"Ditemukan fakta juga, penonton yang kemarin datang hampir 42 ribu pada saat kita dalami dari panitia penyelenggara tidak menyiapkan rencana darurat untuk menangani situasi-situasi khusus," ujar Sigit.

Lebih lanjut, ia menuturkan, rencana darurat ini diatur dalam regulasi keselamatan dan keamanan PSSI tahun 2021. Sehingga, tidak diterapkannya rencana darurat, merupakan salah satu bentuk kelalaian.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 8 regulasi keselamatan keamanan PSSI tahun 2021. Tentunya kelalaian tersebut menimbulkan pertanggungjawaban," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Polri telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam tragedi Kanjuruhan. Salah satu tersangka yaitu Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

Keenam tersangka itu dijerat Pasal 359 jo Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan nyawa melayang serta Pasal 103 ayat 1 UU Nomor 11/2022 tentang Keolahragaan. []