Rahmah

Terkait Permintaan Fatwa Ganja Medis, MUI: Perlu Kajian Mendalam

MUI perlu kjian mendalam agar fatwa tidak merugikan banyak orang


Terkait Permintaan Fatwa Ganja Medis, MUI: Perlu Kajian Mendalam
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis (mui.or.id)

AKURAT.CO Setelah aksi pasangan suami istri Santi Warastuti dan Sunarta membawa poster bertuliskan "Tolong anakku butuh ganja medis" pada Minggu (26/6/2022), dengan harapan Mahkamah Konstitusi (MK) mau menerima gugatan uji materi yang diajukannya atas Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, meminta agar dikeluarkan fatwa baru mengenai pengecualian larangan penggunaan ganja untuk medis.

Merespons hal itu, Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis menyampaikan bahwa pihaknya perlu mengkaji secara mendalam terkait ganja medis agar hasil fatwa benar-benar maksimal.

baca juga:

“MUI perlu kajian yang mendalam sehingga bisa menjadi keputusan yang tak merugikan banyak orang. Sehingga apa yang dilakukan orang banyak dengan pedoman fatwa ini, akan menjadi pertanggungjawaban pihak yang mengeluarkan fatwa di hadapan Allah,” katanya di TVOne, pada Kamis (30/6/2022).

“Kami berterimakasih kepada Kiai Ma’ruf Amin. Kami masih mendapat kepercayaan untuk ini,” imbuhnya.

Pria kelahiran Madura, Jawa Timur itu melanjutkan, pihaknya perlu melakukan pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan ketika dimintai fatwa. Seperti dengan mengundang Santi Warastuti, pihak medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), para peneliti, dan melihat literatur-literatur di sejumlah negara terkait penggunaan ganja medis.

“Setelah MUI mendapatkan gambaran utuh tentang kasus ini, baru bisa mengeluarkan fatwa,” ujarnya.

Dalam Islam sendiri, terang Cholil Nafis, pada dasarnya ganja merupakan tumbuhan yang selain memiliki manfaat juga mempuyai mudarat. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan, jangan sampai penggunaan ganja medis ini lebih besar mudaratnya dibanding manfaatnya.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 219 yang artinya, “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.”