News

Terkait Hoaks Sumbangan Rp2 Triliun, 5 Fakta Penangkapan Anak Akidi Tio oleh Polisi

Dikabarkan hoaks.


Terkait Hoaks Sumbangan Rp2 Triliun, 5 Fakta Penangkapan Anak Akidi Tio oleh Polisi
Anak Akidi Tio saat seremonial serahkan sumbangan COVID-19 (humas polda sumsel)

AKURAT.CO, Kabar terkait sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio menjadi perbincangan hangat warganet dalam beberapa hari terakhir. Pengusaha sejumlah komoditi bahan mentah tersebut dilaporkan menyumbangkan sejumlah uang dengan nilai fantastis kepada masyarakat Indonesia terutama penduduk Sumatra Selatan. Namun, setelah delapan hari berselang, anak perempuan Akidi Tio justru digelandang ke kepolisian. 

Dilansir dari sejumlah sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait penangkapan anak perempuan Akidi Tio.

1. Berikan sumbangan sejumlah Rp2 triliun

Akidi Tio mendadak menjadi perbincangan setelah pengusaha tersebut menyampaikan akan memberikan sumbangan demi menangani COVID-19 sejumlah Rp2 triliun. Dengan sumbangan senilai Rp2 triliun, tak heran jika namanya menjadi perbincangan warganet. Bahkan, banyak orang yang mulai mencari informasi terkait pengusaha ini. 

2. Diserahkan melalui Kapolda Sumsel

Pada tanggal 26 Juli 2021 lalu, sang pengusaha melakukan penyerahan secara simbolik kepada Kapolda Sumatra Selatan, Irjen Eko Indra Heri. Penyerahan yang digelar di Mapolda Sumsel tersebut diserahkan oleh anak perempuan Akidi Tio, Haryanti alias Ahong. Bahkan, Gubernur Sumsel dan jajarannya pun juga turut menyaksikan prosesi tersebut. 

3. 8 hari tidak ada kabar

Sejak proses penyerahan secara simbolik tersebut dilakukan pada tanggal 26 Juli tersebut, sumbangan bernilai fantastis tersebut tidak kunjung muncul. Setelah ditunggu selama 8 hari, pihak pemerintah Sumsel juga tidak menerima sepeser pun uang dari Akidi Tio. Alhasil, kepolisian memutuskan untuk memeriksa anak perempuan Akidi Tio, Ahong. 

4. Dijemput polisi

Pada hari Senin, (2/8), kepolisian Sumsel memutuskan untuk menjemput langsung Ahong di kediamannya. Penjeputan tersebut dilakukan terkait sumbangan sebear Rp2 triliun yang tidak kunjung diberikan. Begitu tiba di kepolisian, Ahong juga langsung ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel untuk menjalani sejumlah pemeriksaan. 

5. Tidak hanya Ahong

Namun ternyata, proses penangkapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Ahong atau Heriyanti. Kepolisian juga menjemput Prof. Dr. Hadi Darmawan. Dirinya adalah dokter keluarga dari Akidi Tio. Hadi juga sempat mengungkapkan bahwa ia tidak tahu sama sekali terkait uang bernilai fantastis tersebut. Ia juga mengaku tidak pernah melihatnya sama sekali. 

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penangkapan anak perempuan Akidi Tio, Heriyanti atau Ahong tersebut. []