Lifestyle

Terjebak Hubungan Kodependensi, Yuk Mulai Cintai Diri Sendiri

Kodependensi muncul dari tidak ketidakmampuan untuk sepenuhnya mencintai diri sendiri, tanpa kasih sayang, perhatian, atau validasi orang lain.


Terjebak Hubungan Kodependensi, Yuk Mulai Cintai Diri Sendiri
Ilustrasi - hubungan kodependen (UNSPLASH/Toa Heftiba)

AKURAT.CO, Kodependensi alias ketergantungan adalah ketika kamu bergantung pada orang lain, dalam hal ini pasangan, untuk mendapatkan perasaan berharga. Kamu juga melakukan berbagai bentuk manipulasi untuk mendapatkan cinta dan persetujuan pasangan agar merasa layak. 

Kodependensi muncul dari ketidakmampuan untuk sepenuhnya mencintai diri sendiri, tanpa kasih sayang, perhatian, atau validasi orang lain. Ya, kamu  menjadi kodependen karena tidak dapat melihat nilai dalam dirinya sendiri. Dengan kata lain, kodependensi didasari oleh rasa penolakan diri dan pengabaian diri. 

Berikut AKURAT.CO uraikan ciri-ciri kamu berada dalam hubungan kodependen, dilansir pada Jumat, (12/11/2021): 

  • Kamu tidak merasa senang pada pasangan, dan selalu merasa kesepian. Kamu juga merasa pasangan tidak mendukungmu. 
  • Kamu merasa stres, kesal, frustrasi dengan pasanga. Kamu lebih santai di sekitar orang lain daripada di sekitar pasangan.
  • Kamu sering bertengkar, dan saling menyalahkan.
  • Kamu tidak tahu bagaimana mengembalikan kesenangan dalam hubungan. Ini membuat kamu merasa bersama orang yang salah.
  • Kamu menyesuaikan diri dengan perasaan pasangan tetapi cenderung mengabaikan perasaan sendiri atau bahkan sering tidak tahu bagaimana perasaan sendiri.
  • Kamu menilai diri sendiri dengan kasar dan rendah. Ini mungkin terwujud saat kamu mendorong diri sendiri untuk terlihat baik  untuk mendapatkan perhatian dan persetujuan dari pasangan.
  • Kamu membuat pasangan bertanggung jawab atas perasaanmu. 

Jika kamu terjebak dalam hubungan kodependen, penting untuk mengakui apa yang terjadi. Belajar mencintai diri sendiri dan menentukan nilai diri sendiri dapat menghasilkan keajaiban dalam hubungan.

Ini adalah langkah pertama dalam proses bagaimana berhenti menjadi kodependen. Misalnya, jika kamu merasa sendirian dan hampa, alih-alih menyalahkan pasangan, masuklah ke dalam untuk melihat bagaimana kamu memperlakukan diri sendiri. Kamu tidak memiliki kendali atas perubahan pasangan, tetapi  memiliki kendali penuh atas perubahan diri. .

Mungkin sulit untuk berhenti mencoba mendapatkan cinta dari orang lain, tetapi ketika belajar untuk melihat, menghargai, dan mencintai diri sendiri, saat itulah kamu memiliki cinta untuk dibagikan dengan pasangan.

Ada perbedaan besar antara mencoba mendapatkan versus berbagi cinta. Ketika ingin mendapatkan cinta, kamu datang dengan tangan kosong karena tidak punya apapun untuk dibagikan. Sedangkan ketika ingin berbagi cinta, kamu penuh cinta dari mencintai diri sendiri, sehingga dapat membaginya dengan pasangan.[]