News

Terjangkit COVID-19, 750 Warga Batam Jalani Isolasi Mandiri

Sebanyak 750 warga Kota Batam menjalani yang terjangkit COVID-19 berdasarkan tes usap PCR dan tes cepat antigen menjalani isolasi mandiri di rumah.


Terjangkit COVID-19, 750 Warga Batam Jalani Isolasi Mandiri
Pekerja dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mempersiapkan kamar isolasi mandiri (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Sebanyak 750 warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menjalani yang terjangkit COVID-19 berdasarkan tes usap PCR dan tes cepat antigen menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Total yang kami observasi di luar, isolasi mandiri sebanyak 750 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Sabtu (22/05/2021).

Ia mengatakan dari 750 orang yang melaksanakan isolasi mandiri, 430 orang di antaranya dinyatakan terkonfirmasi positif berdasarkan tes usap PCR, sedangkan 320 lainnya positif berdasarkan tes antigen, namun belum berdasarkan tes usap PCR.

Mereka yang hasil tes antigen positif juga harus melaksanakan isolasi mandiri.

Ia menyatakan kebijakan isolasi mandiri dipilih untuk pasien dengan gejala minim dan tanpa gejala sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.

Selain itu, kebijakan isolasi mandiri diterapkan di Batam, karena beberapa waktu lalu angka Bed Occupancy Rate (BOR) di daerah setempat sempat meningkat.

"Karena kemarin di awal pasien positif kami masukkan ke rumah sakit sehingga menyebabkan BOR kita tinggi. Alhamdulillah kemarin menurun," kata dia.

Untuk menekan angka penularan COVID-19, Pemerintah Kota Batam terus menggalakkan disiplin protokol kesehatan dengan 5M, mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi.

Namun, menurut Didi, yang paling efektif dari 5M adalah mengenakan masker.

"Kunci utama dari lima itu adalah mengenakan masker. Kalau pakai masker angka penularan menurun," kata dia.[]

Sumber: Antara