Lifestyle

Terjadi di Thailand, Kucing Bisa Tularkan Covid-19 ke Manusia

Seorang dokter hewan di Thailand terinfeksi Covid-19 dari kucing


Terjadi di Thailand, Kucing Bisa Tularkan Covid-19 ke Manusia
Ilustrasi - Seekor kucing tularkan Covid-19 kepada manusia (Unsplash/Veronika Homchis)

AKURAT.CO Aktivitas masyarakat memang sudah berjalan normal dengan protokol kesehatan. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan pandemi Covid-19 berakhir.

Ya, belum lama ini terjadi penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. Hal ini terjadi di Thailand, dimana seekor kucing menularkan virus i SARS-CoV-2 kepada seorang dokter hewan. 

Melansir The Thaiger, seorang ayah dan anak dari Bangkok dinyatakan positif Covid-19 pada Agustus tahun lalu.

baca juga:

Mereka kemudian dibawa ke bangsal isolasi universitas Prince of Songkhla untuk perawatan karena tidak ada tempat tidur rumah sakit yang tersedia.

Ayah dan anak itu diisolasi dan dirawat bersama kucing mereka, sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit hewan. 

Saat dilakukan tes swab, kucing tersebut dan dinyatakan positif. Saat di-swab, kucing itu bersin di depan dokter hewan.

Meskipun mengenakan masker dan sarung tangan, tiga hari kemudian, dokter hewan mengalami demam, pilek, batuk, yang kemudian dinyatakan positif Covid-19. Tidak ditemukan kontak dekatnya yang juga mengidap Covid-19.

Selain itu, analisis genetik menunjukkan dokter hewan itu terinfeksi varian virus yang sama dengan kucing dan keluarga yang positif Covid-19 itu. Selain itu,  urutan genom virusnya juga identik.

Laporan penelitian terkait infeksi kucing ini diterbitkan di jurnal Emerging Infectious Diseases pada 6 Juni.

"Studi di Thailand ini merupakan laporan kasus yang menarik, dan contoh yang bagus tentang apa yang dapat dilakukan oleh penelusuran kontak,” kata Marion Koopmans, ahli virus di Erasmus University Medical Center di Rotterdam, Belanda, dikutip AKURAT.CO, Kamis (30/6/2022). 

Hal ini  menunjukkan bahwa Covid-19 dapat ditularkan melalui mata, mengingat dokter hewan tersebut tidak menggunakan kacamata saat melakukan swab test pada kucing. 

Bukan hanya itu saja, peristiwa ini juga menjadikan kucing masuk ke dalam daftar hewan yang dapat menularkan virus penyebab pandemi itu ke manusia.

"Masyarakat tidak boleh mengabaikan kucing mereka, tetapi lebih merawat mereka," pesan  Sarunyou Chusri, salah satu anggota peneliti.

Meski begitu, Leo Poon, ahli virologi di University of Hong Kong menyebutkan bahwa kasus penularan dari kucing ke manusia seperti itu mungkin jarang terjadi.

Selain itu studi eksperimental menunjukkan kucing yang terinfeksi tidak mengeluarkan banyak virus.

Senada dengan Leo Poo, peneliti penyakit menular di Colorado State Unniversity di Fort Collins, Angela Bosco-Lauth menyebut fenomena ini cukup langka. Karenanya, hewan peliharaan belum dianggap sebagai sumber penyebaran utama Covid-19. 

“Manusia jelas masih menjadi sumber utama virus ini,” kata  Angela Bosco-Lauth.

Sebelumnya, sebuah studi memperlihatkan adanya penularan Covid-19 dari cerpelai keoada sekelompok petani di Belanda dan Amerika Utara.

Hewan lain yang dicurigai menginfeksi manusia termasuk hamster peliharaan di Hongkong dan rusa ekor putih liar di Kanada.[]