News

Terima Said Iqbal dan Andi Ghani di Istana, Moeldoko Tegaskan Pemerintah Bela Buruh dalam UU Ciptaker

Moeldoko akhirnya menerima Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).


Terima Said Iqbal dan Andi Ghani di Istana, Moeldoko Tegaskan Pemerintah Bela Buruh dalam UU Ciptaker
Aksi Demo Buruh

AKURAT.CO, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko akhirnya menerima Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Gedung Bina Graha, Istana Negara, Sabtu sore (1/5/2021).

Keduanya diterima setelah buruh menggelar aksi massa memperingati hari buruh Internasional atau May Day di sekitar Monas. 

Dalam pertemuan itu, Moeldoko menegaskan sikap pemerintah pada isu kesejahteraan buruh. Dia mengatakan, pemerintah tidak mengabaikan kesejahteraan buruh dalam pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Terutama mengenai upah sektoral dan tunjangan hari raya (THR). 

Pada isu THR, KSP Moeldoko menerangkan, pemerintah akan bersikap tegas kepada perusahaan yang tidak memberikan THR sebagai hak pegawai. Untuk itu, Kantor Staf Presiden (KSP) ikut mengawal pelaksanaan UU Cipta Kerja dan aturan-aturan turunannya.

Moeldoko juga mengapresiasi langkah KSPSI dan KSPI yang tidak menggelar aksi besar karena berempati dengan kondisi pandemi Covid-19. Mantan Panglima TNI ini menjelaskan, apa yang dilakukan KSPSI dan KSPI menjadi contoh bagi masyarakat dalam bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan. 

"Ini model May Day yang bagus. Saya apresiasi tanggung jawab sosial dan empati para buruh,” ungkap Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Dalam pertemuan itu, ia didampingi Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan dan Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S. Sulendrakusuma, serta Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran.

Sebelumnya diberitakan, ratusan buruh dari berbagai elemen buruh menyelenggarakan aksi unjuk rasa di area bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu, (1/5/2021). Pada aksi kali ini ada dua isu utama yang mereka usung. Yakni meminta agar Upah Minimum Sektoral (UMSK) 2021 diberlakukan dan pencabutan UU Ciptaker. 

Aksi para buruh juga sempat diwarnai dengan membawa batu nisan berbahan plastik. Aksi simbolik itu sekaligus memberi pesan kepada pemerintah untuk mengubur UU Ciptaker dan peraturan-peraturan turunannya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co