Ekonomi

Terima Bantuan Kredit, Pengusaha Susu Kedelai Ngaku Sukses Rangkul Omzet Rp30 Juta

Revelation Tamboto atau yang biasa dipanggil bu Ive merupakan salah satu pengusaha yang bergerak dibidang minuman susu kedelai


Terima Bantuan Kredit, Pengusaha Susu Kedelai Ngaku Sukses Rangkul Omzet Rp30 Juta
Ilustrasi susu kedelai (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO Revelation Tamboto atau yang biasa dipanggil bu Ive merupakan salah satu pengusaha yang bergerak dibidang minuman susu kedelai. Ive pun bercerita awal mulai merintis usaha susu kedelainya.

Ive mengaku dirinya merupakan penggemar susu kedelai, sebab baginya susu kedelai sarat akan manfaat kesehatan yang menjadikannya menu wajib bagi keluarga. 

"Nah dari habit tersebutlah saya tercetus ide untuk memulai usaha susu kedelai guna meningkatkan penghasilan keluarga," ucapnya pada saat Media Gathering-Kilas Sukses JamkrindoPreneur dengan tema “UMKM Berdaya Saing Global Berkolaborasi Tingkatkan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Pada awalnya Ive sendiri yang mengerjakan dengan bantuan alat blender modal tidak lebih dari 1 juta.

"Nah waktu itu saya memulai usaha hanya bermodalkan blender, serta modal usaha tidak lebih dari 1 juta. Kemudian waktu itu temen saya memberi tahu bahwa Jamkrindo mengeluarkan program untuk membantu para UMKM untuk naik kelas, langsung lah saya ikut, berkat rekomendasi dari teman saya itu lalu saya mendapatkan pendampingan dan Bantuan Kredit Usaha Produktif dari Jamkrindo dengan plafon Rp50.000.000," paparnya.

Tentunya bantuan yang diberikan oleh Jamkrindo, pasalnya membuat usaha bu Ive semakin berkembang dengan proses yang sangat kooperatif. Bahkan saat ini, usahanya terus berkembang dan sudah memiliki penggilingan kedelai sendiri.

Dalam satu bulan, lanjut Ive, ia bisa menghabiskan 250 kg bahan kedelai dengan 1 kg kedelai bisa diolah mencapai 12 hingga 13 liter susu. Dirinya mengakui sudah memiliki sejumlah karyawan dengan total omzet selama satu bulan mencapai Rp30 juta.

Senada dengan Ive, RM Emanuel Temaluru selaku pengusaha kelompok tani mete Antonio menyampaikan dengan adanya program dari Jamkrindo ini penghasilan petani di kelompok tani mete Antonio mencapai Rp300 juta.

"Jadi awalnya itu berasal dari kegelisahan saya dan para petani mete di IIE padung kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur, NTT dengan sistem penjualan mete menggunakan sistem ijon. Sehingga membuat petani lokal merasa sangat dirugikan karena penjualan mete di Flore Timur dikuasai oleh pengusaha India dan dipasarkan ke luar daerah dengan harga tinggi," katanya.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co