News

Terima 23 Aduan Penyunatan Bansos, Polisi Periksa Lima Orang Saksi di Tangerang

Saat Risma berkunjung, terungkap adanya oknum yang tega meminta 'uang kresek' alias pungli sebesar Rp50 ribu kepada penerima bansos.


Terima 23 Aduan Penyunatan Bansos, Polisi Periksa Lima Orang Saksi di Tangerang
Ilustrasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Polres Metro Tangerang Kota tengah mendalami kasus pungutan liar (pungli) bantuan sosial (bansos) yang diketahui saat Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini berkunjung ke Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Saat Risma berkunjung, terungkap adanya oknum yang tega meminta 'uang kresek' alias pungli sebesar Rp50 ribu kepada penerima bansos.

Berangkat dari kasus itu, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan pihaknya sedang mengendus siapa oknum yang bermain dalam penyaluran bansos. Beberapa saksi pun sudah diperiksa oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota.

"Untuk sementara ini dari Reskrim ada lima orang diperiksa terkait peristiwa tersebut. Semoga dalam waktu dekat bisa terungkap pelaku-pelaku ini," jelas Deonijiu kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Informasi yang didapat, sudah ada 23 aduan terkait penyunatan bansos kepada hotline pelaporan yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang. Ke-23 aduan tersebut bersifat sama yakni, penyelewengan dana bansos di Kota Tangerang dari berbagai daerah.

"Kami sudah komunikasikan ke Pak Wali Kota dan mereka-mereka yang namanya sudah terlampir kami lakukan penyelidikan ke dalam, intinya kami sedang mencari dan mengusut adanya indikasi kasus itu, saat ini sedang dalam proses penyelidikan," jelasnya.

Warga yang menjadi korban pungli bansos diminta untuk tidak takut untuk melaporkan kepada polisi. Pasalnya, Deonijiu memastikan, korban pungli bansos akan mendapatkan keadilan dan para oknum pungli akan diganjar sesuai hukuman dan peraturan yang berlaku.

"Masyarakat tidak perlu takut yang haknya diambil orang pungli silahkan lapor, kalau ada yang mengetahui dan korbannya silahkan lapor saja. Kita akan tegakkan hukum kepada mereka yang melakukan pelanggaran ini," tegas dia mengakhiri.

Sementara, Pemkot Tangerang baru membuka hotline atau layanan pengaduan bilamana ada penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) yang ditemukan masyarakat di lapangan.[]