Ekonomi

Terhimpit Pasokan Gas, Anak Usaha Pupuk Indonesia Pilih Hentikan Produksi

PT Pupuk Indonesia (Persero) mengakui pabrik milik anak usahanya PT Pupuk Iskandar Muda terpaksa harus berhenti beroperasi karena terkendala pasokan gas


Terhimpit Pasokan Gas, Anak Usaha Pupuk Indonesia Pilih Hentikan Produksi
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)

AKURAT.CO Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman mengakui bahwa pabrik milik anak usahanya yakni PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terpaksa harus berhenti beroperasi dikarenakan terkendala pasokan gasnya.

"Yang mungkin perlu menjadi concern, bahwa saat ini kami mengalami kesulitan menjalankan pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh. Sudah hampir satu bulan pabrik kami mati, dan kami tidak tahu kapan bisa berjalan lagi karena gas tidak tersalurkan," ungkap Bakir dalam rapat bersama Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Kendati demikian, Bakir menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna menjaga penyaluran pupuk bersubsidi tetap lancar dan terlayani dengan baik. Salah satunya melalui upaya pengalihan tanggung jawab PT PIM kepada produsen pupuk lainnya.

"Kalau ini terjadi, otomatis nanti yang menjadi tanggung jawab PIM Aceh, akan menjadi tanggung jawab (produsen) pupuk yang lain. Tentu pasti akan ada rayonisasi atau nanti kami dengan Pak Dirjen PSP tentunya punya PR lagi. Mudah-mudahan hal ini tidak mengurangi jumlah pupuk yang ditugaskan kepada kami," terangnya.

Sekadar informasi, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang didirikan berdasarkan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH nomor 54 pada tanggal 24 Februari 1982, dan beberapa kali disempurnakan dan terakhir dengan Akta Notaris Lumassia SH, No.10 tanggal 30 Agustus 2019. PIM memiliki dua unit pabrik pupuk urea dan ammonia, yaitu pabrik PIM-1 dan PIM-2.

Pabrik PIM-1 dengan kapasitas produksi Ammonia sebesar 330.000 ton per tahun dan Urea sebesar 570.000 ton per tahun, dibangun sejak tahun 1982 sampai dengan tahun 1984, diresmikan pada tanggal 20 Maret 1985 dan beroperasi secara komersil sejak tanggal 1 April 1985. Sedangkan pabrik PIM-2 dengan kapasitas produksi Ammonia sebesar 396.000 ton per tahun dan Urea 570.000 ton per tahun mulai dibangun sejak tanggal 23 Maret 1999 dan beroperasi sejak tanggal 15 Agustus 2005.[]