Olahraga

Terhenti di Babak Kedua, Murray: Siapa yang Tahu Apa yang Akan Terjadi?

Murray merasa dia sebenarnya bisa melangkah hingga tahap akhir turnamen utama.


Terhenti di Babak Kedua, Murray: Siapa yang Tahu Apa yang Akan Terjadi?
Petenis tuan rumah, Andy Murray (TWITTER/@Wimbledon)

AKURAT.CO, Andy Murray menjadi korban dari servis John Isner yang tampil nyaris sempurna pada babak kedua Wimbledon 2022, menyerah dengan skor akhir 4-6, 6-7(4), 7-6(3), 4-6, pada Rabu (29/6) waktu setempat.

Berbeda dengan kekalahannya pada putaran ketiga tahun lalu di Wimbledon, petenis Inggris itu merasa permainan dan tubuhnya sudah siap untuk Grand Slam lapangan rumput.

“Saya bisa saja tampil bagus di sini. Itu salah satu pertandingan yang seandainya berhasil saya lewati, siapa yang tahu apa yang akan terjadi,” jelas Murray dikutip laman resmi ATP Tour.

baca juga:

Terlepas dari masalah perut dalam persiapan untuk Wimbledon, Murray tidak memiliki masalah fisik di lapangan dan secara singkat menunjukkan penampilan yang dua kali membawanya ke gelar di halaman rumput di London.

Tetapi, servis keras Isner menahan kecemerlangan Murray, menjaga poin tetap ketat dan tidak membiarkan petenis tuan rumah itu mampu mengendalikan pertandingan.

Kekalahan itu tidak banyak mengurangi kepercayaan diri Murray, seperti dominasi yang ditunjukkan oleh petenis unggulan ke-20 tersebut. Pun begitu, hasilnya tidak mengubah pandangan Murray bahwa dia masih bisa maju ke tahap akhir turnamen mayor.

“Saya tidak bermain cukup baik pada poin-poin krusial malam ini. Saya tidak mengerti mengapa itu harus mengubah pandangan saya bahwa saya bisa terus melangkah di turnamen utama,” jelas Murray.

Salah satu komponen kunci keberhasilan semacam itu tampil di turnamen utama adalah sebagai unggulan. Murray memasuki Wimbledon sebagai petenis peringkat 52 dunia.

Dia kembali ke peringkat 50 besar dua minggu lalu, posisi tertingginya sejak 2018, tetapi peringkatnya masih kurang untuk bisa menjadi salah satu dari 32 unggulan di turnamen.

“Salah satu alasan mengapa meningkatkan peringkat Anda dan mencoba menjadi unggulan adalah penting untuk menghindari pemain top dan berbahaya seperti itu (Isner) di awal turnamen,” Murray menjelaskan.

Murray bahkan secara khusus fokus untuk meningkatkan peringkat ATP-nya sejak dia kalah dari peringkat 1 dunia, Daniil Medvedev sebagai pemain non unggulan di Miami Terbuka pada Maret lalu.

Selanjutnya Murray juga berniat akan terus bermain di ATP Tour selama dia berada dalam kondisi terbaik, terkait dengan kebugarannya. Namun, ia tidak menjamin bakal kembali ke Wimbledon tahun depan.

“Itu tergantung pada bagaimana saya secara fisik. Jika secara fisik saya merasa baik, maka kami akan mencoba untuk terus bermain,” kata petenis asal Inggris tersebut.

“Tetapi sangat sulit dengan masalah yang saya alami dengan tubuh saya dalam beberapa tahun terakhir untuk membuat prediksi jangka panjang tentang bagaimana saya akan melakukannya, bahkan dalam waktu beberapa minggu, apalagi dalam waktu setahun.”