News

Terekam Citra Satelit, Ada Aktivitas Konstruksi Mencurigakan di Fasilitas Nuklir Rahasia Israel

Terekam Citra Satelit, Ada Aktivitas Konstruksi Mencurigakan di Fasilitas Nuklir Rahasia Israel


Terekam Citra Satelit, Ada Aktivitas Konstruksi Mencurigakan di Fasilitas Nuklir Rahasia Israel
Israel diam-diam mulai membangun situs nuklir dengan bantuan Prancis pada akhir 1950an di gurun sunyi dekat Dimona

AKURAT.CO, Sebuah fasilitas nuklir rahasia di pusat program senjata atom Israel tersembunyi tengah menjalani semacam fase konstruksi terbesarnya dalam beberapa dekade. Hal ini terungkap melalui satelit yang dianalisis oleh Associated Press (AP).

Dilansir dari Middle East Eye pada Jumat (26/2), terdapat penggalian seukuran lapangan sepak bola dan kemungkinan beberapa tingkat beberapa meter dari reaktor tua di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, dekat kota Dimona. Fasilitas ini sudah menjadi rumah bagi laboratorium bawah tanah berusia puluhan tahun yang memproses kembali batang reaktor untuk mendapatkan plutonium level senjata untuk program bom nuklir Israel. Hal ini dilaporkan surat kabar Israel Haaretz pada Kamis (25/2).

Meski begitu, masih belum jelas untuk apa konstruksi tersebut. Pemerintah Israel tak menanggapi pertanyaan AP secara detail soal proyek itu.

baca juga:

Israel tak membenarkan atau menyangkal punya senjata atom. Ia juga menjadi salah satu dari 4 negara yang tak pernah bergabung dengan Perjanjian Non-Profilerasi nuklir, sebuah perjanjian internasional yang dirancang untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.

Di saat bersamaan, Israel juga mengkritik pedas program nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tidak seperti miliknya sendiri.

Israel diam-diam mulai membangun situs nuklir dengan bantuan Prancis pada akhir 1950an di gurun kosong dekat Dimona, sebuah kota sekitar 90 km di selatan Yerusalem. Tujuan militer di situs tersebut disembunyikan selama bertahun-tahun dari Amerika Serikat (AS). Negara itu bahkan menyebutnya sebagai pabrik tekstil, menurut laporan Haaretz. Selama beberapa dekade, tata letak fasilitas Dimona pun tetap sama.

Namun, pekan lalu, Panel Internasional untuk Bahan Fisil di Universitas Princeton mencatat telah melihat konstruksi baru yang signifikan di situs tersebut melalui foto satelit yang tersedia secara komersial. Namun, hanya ada sedikit detail yang dapat dibuat.

Pada 1960an, Israel melancarkan tudingan tentang rudal dan upaya nuklir Mesir untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaannya di Dimona. Trik yang sama mungkin juga tengah dilakukan terhadap Iran saat ini, tulis Haaretz.

"Jika Anda adalah Israel dan Anda harus melakukan proyek konstruksi besar di Dimona yang akan menarik perhatian, mungkin di saat itulah Anda sering-sering meneriakkan tentang Iran," komentar Jeffrey Lewis, seorang profesor yang mengajar masalah nonproliferasi di Institut Kajian Internasional Middlebury di Monterey kepada surat kabar Israel tersebut. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu