News

Terbongkar Obrolan Syahganda dengan Habib Rizieq di Rutan Bareskrim Mabes Polri

Syahganda mengaku bertemu dan mengobrol dengan Habib Rizieq Shihab di rutan menjelang pembacaan vonis atas kasus yang menjeratnya.


Terbongkar Obrolan Syahganda dengan Habib Rizieq di Rutan Bareskrim Mabes Polri
Syahganda Nainggolan (Youtube Refly Harun)

AKURAT.CO, Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan akhirnya tampil ke ruang publik. Syahganda membongkar obrolannya dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) selama menjalani masa tahanan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

Syahganda mengaku bertemu dan mengobrol dengan HRS di rutan menjelang pembacaan vonis atas kasus yang menjeratnya, yakni menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Syahganda untuk meminta doa agar diberi vonis ringan. 

Saat itu, Syahganda sudah dituntut penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 6 tahun. Dia mengaku syok mendengar tuntutan JPU.

"Saya itu kan pada saat saya dituntut 6 tahun penjara, syok banget. Pas habis sholat, abis buka puasa bersama, saya bilang, Bib (HRS) tolong doakan saya untuk ringankan hukumannya. Dan HRS secara khusus mendoakan saya," tutur Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun yang ditayangkan di channel YouTube Refly Harun pada Jumat (20/8/2021).

"Alhamdulillah dari 6 tahun (tuntutan) jadi 10 bulan. Iya. Saya sangat berutang budi dengan doanya HRS itu," imbuhnya.

Syahganda yakin doa HRS ikut memengaruhi keputusan hakim dalam vonisnya. Karena itu, saat bebas atau masa tahanannya habis pada 13 Agustus, HRS menjadi orang pertama yang dicarinya untuk ditemui. Secara khusus, dia meminta kepada petugas jaga di penjara untuk dipertemukan dengan HRS. 

"Sebelum saya keluar penjara tanggal 13 Agustus di pagi hari saya ketemu dengan beliau (HRS) jam 06.00-06.15 pagi. Saya ketemu HRS atas permintaan saya mau pamit kemudian petugas penjaranya mendatangkan HRS kemudian kami ngobrol," katanya. 

Selama dalam tahanan, Syahganda lebih dari sepuluh kali bertemu HRS. Pertemuan memang tak intens. Sebab, mereka terpisah blok tempat masing-masing menjalani masa penahanan. Pertemuan sering terjadi khususnya saat-saat event agama seperti Ramadhan. 

"Kami beda blok, ya. Dia (HRS) di blok narkoba, saya di blok umum. Karena ada resistensi, lah. HRS ini tidak diizinkan ke tempat kami karena disitu ada (aktivis) KAMI. Ada Jumhur Hidayat, Anton Permana, banyak orang-orang (tahanan) politik lain disitu. Seperti Gus Nur, Ustadz Ali dari HTI, jadi kami dipisah di penjara ini," katanya.[]