News

Terbongkar Alasan ICW Beri Rapor Merah ke KPK

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang semester I tahun 2021 masih buruk.


Terbongkar Alasan ICW Beri Rapor Merah ke KPK
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang semester I tahun 2021 masih buruk. Dari total target penindakan, KPK hanya mampu realisasikan 22 persen.

Peneliti ICW, Lalola Easter menyampaikan, sementara untuk target penanganan kasus korupsi oleh KPK pada semester I sebanyak 60 kasus. Hal itu membawa KPK masuk dalam penilaian di kategori D atau buruk.

"Dapat disimpulkan kinerja KPK pada periode Januari-Juni 2021 buruk,” kata peneliti ICW, Lalola Easter, dalam konferensi pers yang disiarkan di channel Youtube Sahabat ICW, Minggu (12/9/2021).

Dalam kesempatan itu, ICW juga menyoroti kualitas penanganan perkara yang ditangani KPK. Baik dari perkara yang berasal dari operasi tangkap tangan (OTT), pengembangan kasus, dan penyidikan baru.

"Dari OTT hanya ada satu, pengembangan kasus ada tiga kasus, dan kasus baru yang disidik pada tahun 2021 hanya sembilan kasus," kata Lalola.

Buruknya kinerja KPK, kata Lalola, ada kaitan dengan masalah tes wawasan kebangsaan (TWK). Masalah TWK turut berdampak pada kinerja penindakan kasus korupsi yang dilakukan KPK pada 1 Januari hingga 30 Juni 2021.

Dari catatan ICW, sebanyak 13 kasus yang ditangani selama semester pertama, lima di antaranya dikerjakan pegawai atau penyidik yang diberhentikan melalui TWK.

"Penonaktifan 75 pegawai KPK cukup berdampak, dari 13 kasus, lima di antaranya ditangani oleh penyidik yang diberhentikan secara paksa, tentunya ini sangat berdampak terhadap kinerja penindakan," kata Lalola. 

Diketahui, pelaksanaan TWK di KPK berlangsung berlangsung pada Maret-April 2021. 1.351 pegawai KPK ikut. Namun hanya ada 1.271 orang yang lolos dan telah dilantik sebagai ASN.

Setelah KPK berkoordinasi dengan sejumlah lembaga negara, diputuskan dari 75 orang pegawai yang tidak lolos TWK, ada 24 orang yang yang dapat dibina, artinya ada 51 orang pegawai yang akan diberhentikan.

Dari 24 orang tersebut, sebanyak 18 orang telah mengikuti pelatihan bela negara dan akan menyusul dilantik sebagai ASN. Artinya sebanyak 57 pegawai KPK akan diberhentikan dengan hormat pada 1 November 2021. []