News

Terbitkan Koordinat Pentagon hingga Lokasi KTT NATO, Rusia: Kami Sebar untuk Jaga-jaga!

"Seluruh konglomerat kelompok orbital swasta dan negara kini bekerja secara eksklusif untuk musuh kita," kata Dmitry Rogozin, kepala Roscosmos.


Terbitkan Koordinat Pentagon hingga Lokasi KTT NATO, Rusia: Kami Sebar untuk Jaga-jaga!
Dinyatakan sebagai derajat lintang dan bujur, koordinat tersedia secara bebas, termasuk koordinat Pentagon. (REUTERS)

AKURAT.CO Badan Antariksa Rusia memublikasikan koordinat markas pertahanan Barat, termasuk Pentagon (gedung Departemen Pertahanan) Amerika Serikat (AS) dan lokasi KTT NATO pada Selasa (28/6). Mereka mengatakan operator satelit Barat bekerja untuk musuh Rusia, yaitu Ukraina.

"Seluruh konglomerat kelompok orbital swasta dan negara kini bekerja secara eksklusif untuk musuh kita," kata Dmitry Rogozin, kepala Roscosmos.

Departemen Pertahanan AS sendiri telah menjadi salah satu klien perusahaan citra satelit AS, Maxar. Perusahaan tersebut telah beberapa kali menerbitkan citra yang diambil di Ukraina dan Rusia sejak sebelum invasi dimulai pada Februari. Citra tersebut termasuk gambar pembangunan militer Rusia di dekat Ukraina saat Negeri Beruang Merah masih menyangkal niat untuk menyerang.

baca juga:

"Hari ini, KTT NATO dibuka di Madrid, tempat negara-negara Barat akan menyatakan Rusia sebagai musuh terburuk mereka. Roscosmos menerbitkan citra satelit dari tempat KTT dan 'pusat keputusan' yang mendukung nasionalis Ukraina," tulis Rogozin di kanal media sosial Telegramnya.

Unggahan ini mencakup citra satelit Rusia dari tempat KTT di Madrid, Pentagon, Gedung Putih di Washington, gedung-gedung pemerintah Inggris di pusat Kota London, kediaman Kanselir Jerman dan gedung parlemen Reichstag di Berlin, markas NATO di Brussel, serta kediaman presiden Prancis dan gedung-gedung pemerintah lainnya di Paris.

"Pada saat yang sama, kami memberikan koordinat objek untuk berjaga-jaga," tambah Rogozin.

Dinyatakan sebagai derajat lintang dan bujur, koordinat tersedia secara bebas.

Rusia mengeklaim invasinya sebagai 'operasi militer khusus'. Negara itu berdalih harus bertindak untuk melindungi warga berbahasa Rusia dari penganiayaan dan mencegah NATO memanfaatkan Ukraina untuk mengancam keamanan Rusia. Kyiv dan NATO mengabaikan alasan ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang.[]