News

Terbaru! Cakupan Vaksinasi Kini Jadi Indikator Penentu Level PPKM

Pemerintah kini memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2, dan level 2 ke level 1 di Jawa-Bali.


Terbaru! Cakupan Vaksinasi Kini Jadi Indikator Penentu Level PPKM
Warga saat mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Sabtu (28/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pemerintah kini memasukkan indikator cakupan vaksinasi dalam evaluasi penurunan level PPKM dari level 3 ke level 2, dan level 2 ke level 1 di Jawa-Bali. Langkah ini menjadi salah satu proses transisi untuk hidup berdampingan bersama Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, syarat tambahan bagi daerah untuk bisa turun dari PPKM level 3 ke level 2 yakni cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 50 persen. Sedangkan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen.

Kemudian, syarat tambahan bagi daerah untuk bisa turun dari PPKM level 2 ke level 1 adalah cakupan vaksinasi dosis 1 harus mencapai 70 persen.

"Dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen sebagai syarat tambahan untuk bisa turun dari level 2 ke level 1," kata Luhut melalui konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021) malam.

Lebih lanjut ia menerangkan, bagi kota-kota yang saat ini berada pada PPKM level 2, akan diberikan waktu selama dua minggu untuk dapat mengejar target cakupan vaksinasi tersebut.

"Jika tidak bisa dicapai maka akan dinaikkan statusnya ke level 3," tegas Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Luhut menambahkan, pencapaian target cakupan vaksinasi yang disebutkan oleh dirinya sangat penting. Hal ini mengingat vaksin sudah terbukti melindungi diri dari sakit parah yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit atau kematian terutama untuk para lansia.

"Oleh karena itu, target vaksinasi yang tinggi sebagaimana disebutkan di atas, adalah salah satu kunci utama dalam fase Hidup Bersama Covid-19," pungkasnya.

Sebagai informasi, per 12 September 2021, terdapat empat provinsi yang cakupan vaksinasinya berada di bawah 20 persen, yaitu Lampung sebesar 15,17 persen, Sumatera Barat 18,42 persen, Maluku Utara 18,75 persen, dan Papua 19,35 persen.