News

Terbang dari Cina Taipei, Buron Korupsi Surya Darmadi Serahkan Diri ke Kejagung

Terbang dari Cina Taipei, Buron Korupsi Surya Darmadi Serahkan Diri ke Kejagung
Surya darmadi alias Apeng (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng yang menjadi buronan kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) telah hadir menyerahkan diri dengan hadir ke Kejagung.

Berdasarkan pantauan AKURAT.CO, Apeng hadir sekitar pukul 13.58 WIB didampingi tim jaksa penyidik.

Saat ini, ia telah masuk ke dalam Gedung Jampidsus untuk diperiksa terkait perkara yang menjeratnya. Berdasarkan keterangan dari kuasa hukumnya, Juniver Girsang kliennya tersebut terbang langsung dari negara Cina Taipei ke Indonesia unutk menyerahkan diri dan berusaha kooperatif.

baca juga:

Sebelumnya, Kepastian mengenai kabar Apeng akan menjalani proses hukum di Indonesia disampaikan pengacaranya, Juniver Girsang. 

"Bahwa setelah mempertimbangkan saran dari kami dan setelah berdiskusi dengan keluarga. Saudara Surya Darmadi dengan itikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022, sedianya akan tiba di Jakarta," ujar Juniver dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (13/8/2022). 

Juniver menuturkan kliennya berkomitmen untuk mengikuti proses hukum di KPK maupun Kejagung. Juniver menyampaikan kliennya bakal memenuhi panggilan pemeriksaan meskipun tengah dalam perawatan dokter. 

Tak hanya itu, Apeng diketahui telah melayangkan surat ke Jampidsus Kejagung dengan menyatakan dirinya siap kooperatif mengikuti proses hukum yang ada. Berdasarkan hal tersebut, kuasa hukum Apeng meminta agar status cegah yang diterbitkan Ditjen Imigrasi terhadap kliennya itu dicabut. 

Juniver menilai hal itu dilakukan agar langkah Apeng dalam mengikuti proses hukum dapat berjalan dengan baik. 

"Kepada semua pihak, kami mengimbau agar menghargai proses hukum dan tetap menghormati asas praduga tidak bersalah klien kami, dengan menahan diri untuk tidak menghakimi saudara Surya Darmadi dengan opini yang tidak proporsional dan cenderung tidak berbasis fakta," ujarnya. []