Lifestyle

Terater, Tradisi Anak-anak Bagi Makanan di Madura 7 Hari Usai Lebaran

Terater ialah salah satu kegiatan adat berbagai makanan yang rutin dijalankan masyarakat Madura


Terater, Tradisi Anak-anak Bagi Makanan di Madura 7 Hari Usai Lebaran
Ludruk Madura ialah salah satu hiburan asli Madura. (AKURAT.CO/Ridwansyah)

AKURAT.CO, Lebaran atau biasa disebut Tellasan oleh masyarakat Madura merupakan momen penting yang sakral dan harus dirayakan dengan adat kebiasaan sejak nenek moyang masyarakat Madura ada. Saat Tellasan dijelang, orang Madura juga berlomba-lomba dalam persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan berbagai kulinar khas Madura dan kegiatan-kegiatan rutinan pasca Lebaran.

Terater ialah salah satu kegiatan adat berbagai makanan yang rutin dijalankan masyarakat Madura, kegiatan adat ini diadakan enam hari setalah hari lebaran atau setiap tanggal 7 Syawal setelah umat Muslim selesai melaksanakan ibadah puasa Syawal selama enam hari di bulan Syawal.

Saat Terater, warga Madura menyembelih ayam. Ayam yang sudah disembelih lalu diolah menjadi masakan. Makanan yang diolah dari ayam itu bukan untuk dimakan bersama keluarganya, melainkan untuk di ‘ater’ (antar) ke tetangga atau saudara sebelah agar dapat dinikmati bersama-sama.

Tak hanya makanan olahan ayam yang di ‘ater’, ketupat pun di ‘ater’ untuk dibagikan.

Terater, Tradisi Anak-anak Bagi Makanan di Madura 7 Hari Usai Lebaran - Foto 1
Opor Ayam Ilustrasi opor ayam yang biasa di antar saat Terater istockphoto.com

Sebelum makanan-makanan ini di ‘ater’, biasanya masyarakat akan memanggil para ustaz guna ‘arebbe’ dengan tujuan mendoakan para arwah yang telah mendahului para keluarga, yang sedang menjenguk keluarganya di dunia sesudah Lebaran.

Dalam kegiatan adat terater ini, anak-anak sangat berperan. Sebab, anak-anak yang akan mengantarkan masakan yang sudah didoakan itu ke para tetangga.

Kebanyakan dari keluarga yang sudah mendapatan “ateran” dari anak-anak, akan memberi imbalan berupa uang, sebagai ucapan terima kasih kepada anak-anak tersebut, sekaligus tentu untuk membuatnya senang dan bersemangat.

Tak hanya dibagikan kepada tetangga dan keluarga, makanan itu juga bisa diantar dan dibagikan kepada warga miskin dan janda tua, yang tak mampu memasak ketupat atau memotong ayam.

Tradisi ini juga dilakukan oleh anggota keluarga keturunan Madura yang sudah memisahkan diri dari orangtuanya, untuk membangun keluarga baru dengan masyarakat sekitar sehingga hilir mudik masyarakat untuk Terater ke rumah-rumah, mirip dengan suasana Idul Fitri.

Apa tradisi unik Lebaran yang ada di kampung kamu? Ceritain, ya![]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co