News

Terasa hingga Bali, 5 Fakta Penting Gempa Jepara 7 Juli 2020


Terasa hingga Bali, 5 Fakta Penting Gempa Jepara 7 Juli 2020
Ilustrasi seismograf (Lacity)

AKURAT.CO, Gempa bumi bermagnitudo 6,1 mengguncang wilayah Jepara, Jawa Tengah, Selasa (7/7) pagi. Dilansir dari akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di koordinat 6.12 Lintang Selatan dan 110.55 Bujur Timur, dengan pusat gempa 53 kilometer Barat Laut Jepara. Dengan kedalaman sekitar 578 kilometer.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting gempa Jepara 2 Juli 2020.

1. Tidak berpotensi tsunami

Menurut BMKG, gempa berkekuatan 6,1 magnitudo tersebut tidak berpotensi tsunami. Dilansir dari Antara, hingga berita tersebut diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa dari gempa yang berpusat di Jepara, Jawa Tengah, tersebut.

2. Sejumlah warga Jepara tak merasakan gempa

Meski menjadi wilayah pusat gempa, sejumlah warga di Jepara justru mengaku tak merasakannya. Salah satunya seperti warga Kecamatan Keling bernama Hari. Saat dikonfirmasi, Hari mengaku tidak merasakan gempa. Ia justru baru mengetahui bahwa telah terjadi gempa di daerah tempat tinggalnya.

"Saya justru baru mengetahui jika pukul 05.54 WIB terjadi gempa," kata Hari, saat dimintai keterangan.

3. Terasa hingga Bali

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, beberapa wilayah di Indonesia juga turut merasakan gempa tersebut dengan Skala II Modified Mercalli Intensity (MMI), atau getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda yang digantung akan bergoyang. Serta dengan Skala III MMI yakni dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Seperti di wilayah Ponorogo, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Malang, Pacitan, dan Surabaya. Lebih lanjut, beberapa wilayah di Denpasar, Bali juga merasakan getaran dari gempa tersebut.

4. Warga DIY rasakan getaran gempa

Selain wilayah Denpasar, Bali, gempa Jepara juga turut dirasakan di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Supervisor Pusat Gempa Regional VII Stasiun Geofisika Yogyakarta Nugroho Budi W, seperti dilansir dari Antara, getaran gempa terasa hingga beberapa wilayah di Yogyakarta. Seperti di daerah Mlati di Kabupaten Sleman, Sedayu di Kabupaten Bantul, hingga sebagian daerah di Kabupaten Kulon Progo.

5. Penyebab gempa

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, seperti dilansir dari akun Twitternya, gempa tersebut disebabkan oleh lempeng Indo-Australia di bawah Laut Jawa sudah menggantung dan putus akibat tarikan gravitasi.

"Deep focus earthquake; Slab lempeng indo Australia yg menukik di bawah laut jawa sudah menggantung kmd putus karena tarikan gaya gravitasi," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa getaran dapat dirasakan sangat luas akibat hiposenter gempa Laut Jawa yang dalam.

"Karena hiposenter gempa laut jawa ini dalam sekali maka spektrum guncangannya dirasakan dalam wilayah yang sangat luas," katanya.

Itulah sederet fakta penting gempa mengenai Jepara, Jawa tengah, 2 Juli 2020.[]