Lifestyle

Terapkan Prokes, Mall Sukses Tidak Jadi Klaster Penularan Covid-19

Belanja di Mall, tidak boleh coba baju


Terapkan Prokes, Mall Sukses Tidak Jadi Klaster Penularan Covid-19
Ilustrasi Mal

AKURAT.CO, Kota Kasablanka dan Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia menggelar vaksinasi di dalam Mall pada Selasa, 8 Juni 2021.

Vaksinasi diberikan kepada 15 ribu orang dari usia dewasa hingga lansia. Mall merupakan salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang, sehingga termasuk menjadi perhatian khusus terkait penyebaran virus covid-19.

Sejak dibuka, Mall sejauh ini cukup bisa beradaptasi dengan kebijakan new normal dari pemerintah.

Diantaranya membatasi jumlah pengunjung dan penerapan wajib pakai masker, cek suhu tubuh dan gunakan hand sanitizer.

Sejauh ini, Mall cenderung sudah menerapkannya cukup baik. Sehingga pantas, Mal tidak pernah dicatat sebagai menjadi klaster penularan covid-19.

Hal itu diakui oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja saat ditemudi di Mall Kota Kasablanka pada Selasa (8/6).

"Kuncinya, nomor satu adalah konsisten. Jangan cuma ketat di awal, kemudian kendor. Kebijakan seperti protokol kesehatan yang tetap dilaksanakan harus tetap ketat, disiplin, dan konsisten," ujar Alphonzus Widjaja.

Alphonzus Widjaja menegaskan pusat perbelanjaan harus konsisten menerapkan protokol kesehatan. Jika kecolongan, maka tentu ada sanksi yang dibebankan.

"Kalau pusat perbelanjaan kami prioritaskan konsistensi. Jika tidak maka ada sanksi yang diberlakukan. Hampir semua menerapkan prokes dengan ketat dan disiplin, tapi kadang-kadang konsistennya tidak ada," terang Alfonso.

Alphonzus menjelaskan ada dua lapis peraturan di Mal. Peraturan dilakukan oleh pengelola Mal dan dilakukan oleh masing-masing toko dan restoran.

"Misalnya dari pengelola, 50 persen (pengunjung), ukur suhu, mencuci tangan, penggunaan lift, penggunaan eskalator, toilet yang dibatasi," kata Alfonso.

"Sedangkan lapis kedua dari toko dan restoran masing-masing, contoh duduk jaga jarak, penyajian makannya jug harus diatur. Kalau di toko baju misalnya tidak boleh mencoba-coba baju," tambah Alfonso.[]

Irma Fauzia

https://akurat.co