Tech

Terapkan Digitalisasi, 75% Santri Ponpes Assalaam Setuju Pembelajaran Virtual

Sugeng sendiri tak menampik adanya kendala dalam penerapan digitalisasi pada pondok pesantren


Terapkan Digitalisasi, 75% Santri Ponpes Assalaam Setuju Pembelajaran Virtual
Kepala Pusat Astronomi Assalaam, AR Sugeng Riyadi (screenshoot zoom)

AKURAT.CO Di era pandemi saat ini, aktivitas manusia bergantung dengan konektivitas dan pemanfaatan teknologi, tak terkecuali pada sektor pendidikan. Metode pembelajaran kini mayoritas dilaksanakan secara virtual sebagai bentuk penerapan digitalisasi.

Salah satu institusi pendidikan yang telah menerapkan digitalisasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Assalaam Solo. AR Sugeng Riyadi sebagai salah satu tenaga pengajar Ponpes Assalaam Solo menyebutkan bahwa mayoritas peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran secara virtual.

"Dari pengalaman setiap pembelajaran virtual atau e-learning, guru-guru kita minta untuk absen, ternyata minimal setiap pembelajaran 75 persen kehadiran anak ada, artinya mayoritas orang tua dan santri menyetujui untuk tetap mengikuti," ujarnya dalam webinar bertajuk 'Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan' pada Rabu (27/10/2021).

baca juga:

Sugeng juga menjelaskan pihaknya selalu memberikan edukasi mengenai keamanan digital. Ia menuturkan setiap usai shalat lima waktu, para santri senantiasa diberikan pengarahan oleh para asatidz.

"Termasuk bagaimana bijak berinternet, jika ketauan membuka video yang tidak baik maka pelanggaran anak ini masuk zona merah, dengan resiko dikeluarkan," tegasnya.

Sugeng sendiri tak menampik adanya kendala dalam penerapan digitalisasi pada pondok pesantren. Salah satu kendala untuk memasuki dunia digital, kata dia, adalah aspek infrastruktur.

"Barangkali yang terkendala persoalan biasanya santri yang di daerah itu koneksi internetnya agak kesulitan, meskipun mereka punya laptop," papar Sugeng yang juga Kepala Pusat Astronomi Assalaam.

Di samping infrastruktur, pola pikir para kyai menurutnya juga belum tentu sama mengenai diitalisasi pembelajaran. "Bagaimana menyadarkan para sesepuh pesantren yang masih menganggap digital itu sesuatu yang menjadi momok dan tida baik," tukasnya.

Sugeng juga menuturkan database Ponpes Assalaam di server maupun sistem sudah dibekali keamanan siber. "Kita ada ahli IT untuk mengawal khusus, 24 jam tim ini mengawal bagaimana keselamatan database baik itu data-data terkait santri, orangtua maupun pesantren, sudah kita usahakan seaman mungkin, kita sudah berikhtiar menjaga itu, sejauh ini data-data kita Insha Allah masih terjaga," terangnya.

Pihaknya optimis bahwa digitalisasi pada pondok pesantren akan dapat dilakukan dengan baik. "Kita di Assalaam sejauh ini kendalanya memang prosesnya step by step, sekarang Insha Allah kita mengambil penyedia jasa internet, sehingga tidak ada kesulitan, jika satu provider bermasalah kita bisa ganti provider lain," pungkas Sugeng.