Lifestyle

Terapi ADHD untuk Anak Permudah Kehidupannya

Terapi ADHD untuk Anak Permudah Kehidupannya
Ilustrasi anak yang mengidap ADHD (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO  Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktivitas yang cukup sering dijumpai pada anak, terutama pada anak usia sekolah.

ADHD merupakan gangguan dalam perkembangan anak di masa janin yang memengaruhi cara kerja otak. Hal ini ditandai dengan perilaku yang hiperaktif, sulit fokus, dan tindakan impulsif lainnya.

Alhasil, anak yang mengalami ADHD sulit fokus menangkap pelajaran selama proses pembelajaran hingga sosial.

baca juga:

Akan tetapi, menurut Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Anggia Hapsari menjelaskan bahwa ada lima cara dukung perkembangan anak dengan ADHD di rumah.

“Anak dengan ADHD sangat membutuhkan dukungan dari orangtua, keluarga, dan pengasuhnya,” ujar Anggia melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (24/9/2022).

Menurut Anggia, ada dukungan yang dapat dilakukan adalah dengan cara-cara memberikan pujian untuk menyemangati anak dan mengarahkan aktivitas anak sesuai dengan kemampuannya.

"Lalu, menerapkan pola hidup sehat pada anak degan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, memastikan anak cukup tidur dan istirahat, serta mengajak anak melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari," katanya.

"Serta, menerapkan disiplin yang konsisten kepada anak saat perilaku yang tidak diinginkan muncul," imbuhnya.

Menurut Anggia, dukungan sehari-hari di rumah dapat dilengkapi dengan berbagai terapi yang dilakukan bersama ahli.

"Setidaknya, ada empat terapi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Keempat terapi itu adalah terapi psikoedukasi, terapi perilaku, terapi perilaku kognitif, dan pelatihan keterampilan sosial," tuturnya.

Terapi psikoedukasi

Terapi ini dilakukan untuk menangani anak dengan ADHD yang sudah beranjak remaja. Terapi psikoedukasi dilakukan dengan mendiskusikan seputar ADHD dan dampaknya bagi kesehatan maupun lingkungan kepada anak.

“Dengan begitu, anak-anak akan lebih mengerti dengan apa yang sedang mereka alami,” jelasnya.

Terapi perilaku

Terapi perilaku biasanya dilakukan untuk mendorong anak ADHD, agar mampu mengendalikan gejala ADHD yang disandang.

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini hampir sama dengan terapi perilaku. Pada terapi perilaku kognitif, anak akan dibantu untuk mengendalikan gejala ADHD dengan mengubah cara pikir dan cara pandang anak terhadap suatu kondisi.

Pelatihan keterampilan sosial

Terapi ini membantu anak untuk mengambil bagian dalam sebuah situas sosial. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak bahwa perilaku mereka dapat memengaruhi orang lain.

Lantas, apakah kemampuan penyandang disabilitas ini bisa membaik dengan terapi dan pelatihan?

Mengenai pertanyaan tersebut, Anggia mengatakan bahwa terapi yang baik bisa membawa hasil yang baik bagi anak ADHD.

"Benar, terapi yang berkesinambungan serta kerja sama antara orangtua, keluarga, guru, dan pengasuh dapat meningkatkan kualitas hidup anak yang menyandang ADHD,” pungkasnya.