Olahraga

Terancam Hukuman UEFA, Juventus-Madrid-Barcelona Bertahan dengan ESL

Juventus, Real Madrid, Barcelona kini terancam hukuman disiplin dari UEFA karena bertahan dengan Liga Super Eropa.


Terancam Hukuman UEFA, Juventus-Madrid-Barcelona Bertahan dengan ESL
Suasana Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol. (REUTERS/Juan Medina)

AKURAT.CO, Tiga klub terakhir yang masih bertahan bersama proposal Liga Super Eropa (ESL) bertahan meski menghadapi ancaman sanksi dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Tiga klub tersebut, Barcelona, Real Madrid, dan Juventus, bersitegas bahwa ESL justru dihelat untuk menyelamatkan ekosistem sepakbola.

“Kami punya tugas untuk bertindak dalam tindakan tanggung jawab dan bertekun dalam mencari solusi yang kuat, meski ada tekanan dan dan ancaman berjalan yang tak bisa diterima dari UEFA,” kata tiga klub tersebut dalam pernyataan sebagaimana dipetik dari BBC.

Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh kubu ESL sebelumnya, mereka juga menganggap bahwa ESL bisa menyelesaikan krisis sepakbola saat ini. Yakni, berkurangnya minat generasi muda terhadap sepakbola yang berujung kepada kesulitan finansial.

“Kami bakal sangat tidak bertanggung jawab jika, menyadari bahwa kebutuhan dan krisis sistemik di sektor sepakbola, yang membawa kami untuk mengumumkan Liga Super, kami mengabaikan misi untuk memberikan jawaban efektif dan berkesinambungan untuk pertanyaan eksistensial yang mengancam industri sepakbola,” kata ESL.

Dipimpin oleh bos Real Madrid, Florentino Perez, ESL diumumkan pada 18 April lalu namun langsung rontok dua hari kemudian karena enam klub Liga Primer Inggris memutuskan mundur karena tekanan dari berbagai pihak. Diikuti oleh duo Milan dari Italia dan Atletico Madrid dari Spanyol, ESL kini hanya menyisakan tiga klub.

ESL adalah proposal yang menghelat turnamen terpisah dari UEFA dengan Liga Championsnya yang akan diikuti 20 klub dengan 12 klub permanen yang bebas dari degradasi.

Dua belas klub itu adalah Madrid, Barcelona, Juventus, Atletico, AC Milan, Inter Milan, Chelsea, Manchester City, Manchester United, Liverpool, Arsenal, serta Tottenham Hotspur.

Idenya adalah karena di Liga Champions hanya pertandingan 12 tim itu saja yang meraup keuntungan ekonomi. Dengan lebih sering mempertemukan klub-klub tersebut ketimbang Liga Champions saat ini, penggagas ESL berpendapat proposal mereka akan mendatangkan lebih banyak uang.

Sejauh ini, UEFA mengancam akan memberikan sanksi disiplin untuk tiga klub tersisa. Sementara itu, sembilan klub lain sudah menerima sanksi termasuk sanksi finansial dari UEFA atas persetujuannya untuk menyertai ESL.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co