News

Terancam Dihentikan, Ini 5 Fakta Penting Produk Asuransi Unit Link

Fakta asuransi Unit Link.


Terancam Dihentikan, Ini 5 Fakta Penting Produk Asuransi Unit Link
Ilustrasi investaso (newsilike.in)

AKURAT.CO, Salah satu produk asuransi, Unit Link, saat ini sedang banyak diperbincangkan oleh warganet. Pasalnya, sejumlah pengalaman nasabah terkait produk ini bermunculan. Sejumlah nasabah tersebut bercerita bahwa banyak yang merasa dirugikan atas asuransi Unit Link yang dipilihnya. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait produk asuransi unit link. 

1. Produk asuransi sekaligus investasi

Unit Link adalah produk asuransi yang tidak hanya menawarkan perlindungan asuransi tetapi juga menawarkan layanan tambahan untuk nasabah melakukan investasi. Namun, dari penjelasan OJK, Unit Link bukanlah produk tabungan karena selain untuk perlindungan, premi yang dibayarkan digunakan untuk pengembangan dana atau investasi.

baca juga:

Maka dari itu, layaknya investasi pada umumnya, nasabah juga harus memperhatikan nilai dari instrumen investasi yang dipilih karena jika nilai tersebut turun maka investasi unit lnk juga akan berdampak. 

2. 4 jenis asuransi unit link

Jenis pertama dalah unit link pasa ruang yang diketahui memiliki risiko rendah karena ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang jangka pendek. Jenis kedua adalah unit link pendapatan tetap atau sekitar 80 persen dana ditempatkan di instrumen surat utang atau obligasi dan pasar uang. Ketiga adalah unit link investasi campuran yang dananya ditempatkan di instrumen saham, obligasi dan pasar uang. Terakhir adalah unit link dana saham yang sekitar 80 persen dananya ditempatkan di isntrumen saham. 

3. Biaya komisi untuk agen

Salah satu penyebab nasabah yang merugi ketika mencairkan investasinya kurang dari 5 tahun adalah adanya biaya komisi untuk agen atau disebut biaya akuisisi. Bahkan, nilai biaya ini mencapai lebih dari 100 persen dari premi tahunan. Sebagai contoh, jika seorang nasabah mengirimkan premi senilai Rp1 juta per bulan maka di tahun pertama hanya Rp250 ribu yang diputar di aset keuangan sedangkan sisanya masuk ke komisi agen. Nantinya, nilai komisi tersebut terus menurun, hingga biasanya, akan habis di tahun ke-5. 

4. Tiga perusahaan dilaporkan nasabah

Pada tahun 2021 lalu, setidaknya ada tiga asuransi yang dilaporkan ke OJK oleh sejumlah nasabahnya, yaitu AIA, Prudential, dan AXA Mandiri. Secara keseluruhan ada 260 nasabah yang melaporkan. Laporan pengaduan tersebut terdiri dari 84 nasabah AIA dengan hanya 5 nasabah yang diterima, 121 nasabah Prudential dengan 38 aduan selesai, 7 kasus menunggu dokumen dan 76 kasus tidak valid, dan 55 nasabah AXA dengan 8 kasus selesai, 25 kasus tidak valid, dan 22 kasus dalam investigasi ulang. 

5. OJK bergerak

Aduan yang diolakukan oleh ratusan nasabah tersebut pun membuat Otoritas Jasa Keunagan (OJK) sebagai otoritas tertinggi dalam mengatur industri asuransi mengambil langkah tegas mulai dari mediasi hingga revisi aturan. Bahkan, OJK juga akan mengambil tindakan tegas bagi pelaku jasa keuangan yang memiliki masalah dalam produk asuransi unit link. Sleain itu, OJK juga mnyatakan melarang bank untuk menjual asuransi unit link. Meski begitu, hingga kini, tiga perusahaan asuransi tersebut membantak jika unit link telah dilarang untuk ditawarkan. 

Asuransi memang dibutuhkan karena sebagai pelindung kesehatan dan jiwa dari nasabah. Tetapi memilih asuransi sekaligus instrumen investasi atau unit link diperlukan pengetahuan lebih mendalam agar premi yang dibayarkan tiap bulan juga memberikan pendapatan yang sepadan. []