Lifestyle

Tentang Vitamin D yang Masih Dirasa Tidak Penting


Tentang Vitamin D yang Masih Dirasa Tidak Penting
Ilustrasi Vitamin D (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Mungkin selama ini tak sedikit orang beranggapan bahwa sumber imunitas atau kekebalan tubuh hanya bisa didapat dari vitamin C. Terlebih saat awal-awal masa pandemi COVID-19 terjadi, beragam jenis suplemen vitamin C menjadi begitu langka.

Namun, dr. Margareta Komalasari Sp.A, mengungkapkan bahwa asupan vitamin D juga memiliki peranan menjaga sistem imun tubuh siapapun, baik orang tua dan anak-anak. Hal itu disampaikannya dalam Media Talk Show Online 'Gerakan Tangan ABC' yang dihadiri AkuratParenting, Jumat, (3/7).

"Orang-orang belum terlalu paham mengenai begitu banyak manfaat vitamin D karena hanya tahu selama ini cuma vitamin C dan vitamin A. Ternyata vitamin D juga sangat penting untuk menjaga sistem imun tubuh seorang anak, terutama pada masa pandemi seperti ini," ungkap dr. Margareta.

Vitamin D itu dikatakan dr. Margareta biasanya bisa didapat dari kacang-kacangan; kacang merah, kacang tanah, kacang kedelai, sereal serta sumber makanan dengan kandungan kalsium, misalnya ikan, ayam, daging, margarin dan telur.

Berdasarkan studi laboratorium, vitamin D diketahui berperan dalam memicu dan memperkuat sistem kekebalan tubuh serta membantu melawan infeksi, sehingga virus tidak mudah menyerang. Berdasarkan uji klinik, vitamin D mampu mencegah infeksi saluran napas pada mereka yang kekurangan nutrisi ini. 

Vitamin D juga berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium kesehatan tulang, gigi dan otot, menjaga kadar kalsium dan fosfor, membantu proses pertumbuhan sel, menurunkan risiko depresi serta membantu mengurangi peradangan.

Meski begitu, dr. Margareta mengatakan bahwa setiap vitamin, baik itu vitamin A, B, C, D sampai E memiliki peranan masing-masing yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Vitamin A juga berperan penting menjaga sistem imun tubuh, terutama dalam hal pembentukan sel darah putih, yang berfungsi melawan dan memberantas bakteri atau virus di dalam tubuh seseorang.

Sementara vitamin B berfungsi memperkuat daya tahan tubuh yang memiliki peranan penting bagi produksi energi, menunjang metabolisme tubuh, dan memelihara kesehatan ibu dan janin dalam kehamilan.

Sementara, vitamin C berfungsi untuk meningkatkan kadar antibodi (zat pembentuk kekebalan tubuh) sehingga memperbaiki respons kekebalan tubuh.

Lalu vitamin E menjadi salah satu jenis antioksidan dan memiliki peran penting dalam melindungi kelenjar timus dan memperkuat sel darah putih dalam melawan infeksi.

"Sebenarnya vitamin A, B, C, D, E semuanya saling bekontribusi, masing-masing memiliki manfaat yang sama-sama untuk meningkatkan sistem imun. Yang mana yang paling diperlukan? Ya vitamin A, B, C, D, dan E. Itu memang diperlukan karena sifatnya sebagai antioksidan dan saling melengkapi," pungkas dr. Margareta.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co