Olahraga

Tenis Indonesia Fokus ke Nomor Perorangan Usai Raih Perak 

Tenis Indonesia masih berharap bisa raih emas


Tenis Indonesia Fokus ke Nomor Perorangan Usai Raih Perak 
Petenis ganda campuran Aldila Sutdjiadi (kiri) dan Christoper Benjamin Rungkat (kanan) menangkis bola (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Tim nasional (timnas) tenis fokus ke nomor perorangan usai menyumbang perak dan perunggu untuk nomor beregu putra dan beregu putri SEA Games ke-31 Vietnam. 

Tim tenis putri telah terlebih dahulu memastikan medali perunggu setelah kalah dari tuan rumah Vietnam 0-2 dalam babak semifinal, Sabtu (14/5). Sementara, tim putra harus puas dengan perak setelah bertanding selama sembilan jam melawan Thailand pada babak final. 

Kapten tim Merah Putih, Febi Widhiyanto, mengatakan telah memasang strategi tepat untuk menurunkan Christopher Rungkat pada partai tunggal pertama, Muhammad Rifqi Fitriadi pada partai tunggal kedua, lalu duet keduanya pada partai ganda. 

baca juga:

Meski tidak dapat meraih emas, Febi mengaku bangga dengan permainan timnya di babak final, dan selanjutnya akan fokus ke nomor perorangan ganda dan tunggal. 

"Harusnya kita bisa dapat emas tapi ini games permainan banyak faktor, mental semua diuji, pengalaman diuji, makanya kita juga pemain butuh bertanding di situ ada mental factors. Kita akan evaluasi, kita tetap fokus diperorangan, mudah-mudahan lebih bagus," ujar Febi saat ditemui usai penyerahan medali di lapangan tenis Hanaka Paris Ocean Park Bac Ninh, Senin (16/5) dini hari. 

Pada partai tunggal pertama, Christo berhasil membawa Indonesia unggul 1-0 atas Thailand. Namun, Rifqi harus merelakan Thailand menyamakan kedudukan 1-1 pada partai tunggal kedua yang dimainkannya. Selanjutnya, duet Christo/Rifqi yang sempat unggul pada set pertama harus berlapang dada saat Thailand mengemas kemenangan. 

"Sebenarnya  enggak ada pengaruh kondisi masih set peratma dan set kedua. Pertandingan ganda memang sulit diprediksi, jadi switch on switch off-nya sulit diprediksi, kadang-kadang dengan satu poin saja kita bisa balik ke bawah, makanya itu butuh pengalaman bertanding," ujar Febi. 

Rifqi mengaku kehilangan konsentrasi saat bertanding. Meski begitu, dia bertekad memperbaikinya mental. 

"Dan, dari segi teknik mungkin kalau dimatengin servisnya enggak mungkin lagi, cuman dibanyakin latihan di perorangan double sama tunggal," kata Rifqi.