Ekonomi

Tengok Riuh Pasar Obligasi Kala PPKM Darurat!

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 47 emisi dari 34 emiten senilai Rp50,31 triliun


Tengok Riuh Pasar Obligasi Kala PPKM Darurat!
Ilustrasi - Obligasi (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2021 adalah 47 emisi dari 34 emiten senilai Rp50,31 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 470 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp426,69 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten.

" Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 153 seri dengan nilai nominal Rp4.222,46 triliun dan US$400,00 juta," ujar Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono melalui keterangan resmi di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Adapun Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,39 triliun. Diantaranya pencatatan obligasi pada pekan ini, Jumat (16/7) yakni Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Bank BJB Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Obligasi sebesar Rp1.000.000.000.000.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi ini adalah idA (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sekadar informasi, data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan periode 12-16 Juli 2021 di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat Jawa-Bali, disinyalir menunjukkan tetap baik.

Pasalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar bursa berada pada zona positif. IHSG selama sepekan ini mengalami peningkatan sebesar 0,54% menjadi 6.072,510 dari 6.039,844 pada pekan sebelumnya.

" Sedangkan nilai kapitalisasi pasar Bursa meningkat 0,20 persen menjadi Rp7.202,257 triliun dari Rp7.187,639 triliun dari pekan sebelumnya," tutur Yulianto Aji Sadono. 

Sementara itu, rata-rata frekuensi harian bursa mengalami perubahan 3,83 persen menjadi 1.155.902 transaksi dari 1.201.900 transaksi pada penutupan pekan lalu. Perubahan sebesar 11,27 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa menjadi Rp10,472 triliun dari Rp11,802 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan 15,99 persen menjadi 15,998 miliar saham dari 19,044 miliar saham pada penutupan pekan lalu. Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp74,52 miliar.

" Sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp17,643 triliun," pungkasnya.[]