Lifestyle

Lakukan Saja! Orgasme Tak Akan Bikin Keguguran

Wanita hamil berpikir bahwa orgasme bisa mengakibatkan keguguran. Para ahli membantah hal tersebut. Keguguran disebabkan kelainan janin, bukan orgasme.


Lakukan Saja! Orgasme Tak Akan Bikin Keguguran
Hubungan seksual suami istri (Freepik)

AKURAT.CO, Saat dinyatakan positif hamil, kamu tentu akan melakukan berbagai cara untuk melindungi janin dalam kandunganmu. Kamu tiba-tiba menjadi sangat sensitif terhadap apapun yang berkaitan dengan perut kamu, termasuk soal orgasme.

Seperti diketahui, ibu hamil tetap boleh melakukan hubungan seksual bahkan sejak kehamilan di trimester pertama, kecuali janin bermasalah.

Sangat dapat dimengerti mengapa seorang wanita hamil khawatir tentang orgasme saat hamil. Bagaimanapun, orgasme adalah peristiwa emosional dan fisik yang besar. Kamu gemetar dan bergidik. Otot vagina dan rahim berkontraksi. Detak jantung dan otot akan tegang tepat sebelum orgasme.

Kemudian, otot akan rileks dan detak jantung akan kembali normal selama fase pasca orgasme. Otak juga akan melepaskan lebih banyak oksitosin yang dapat menyebabkan rasa puas dan senang yang luar biasa. Kamu khawatir reaksi tubuhmu ini dapat menganggu kondisi janinmu.

“Dalam persiapan untuk orgasme, kamu akan merasakan sensasi geli dan/atau hangat di area genital,” Dr. Lauren Demosthens, M.D, dilansir AKURAT.CO dari Romper, Rabu, (4/8/2021).

"Ini karena peningkatan aliran darah ke 'di bawah sana' dan itu adalah sensasi yang menyenangkan," imbuhnya.

Namun, kamu tidak perlu takut dengan segala reaksi yang terjadi dalam tubuhmu akibat orgasme. Melansir dari Mayo Clinic, orgasme adalah aktivitas kehamilan yang aman selama obstetri/ginekologi atau bidan mengizinkan.

Dr Jeanne S. Sheffield, MD, Direktur Divisi Maternal-Fetal Medicine di Johns Hopkins pun mengatakan, wanita hamil tidak perlu takut untuk mendapatkan orgasme pada saat hamil. Pasalnya, hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan adanya keguguran akibat orgasme.

"Tidak ada data yang mengatakan bahwa orgasme dapat menyebabkan keguguran. Kami tidak menyarankan wanita untuk menghindari orgasme," kata Dr Jeanne S. Sheffield, MD. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dr. Danielle Don Diego. Dia menjelaskan bahwa keguguran tidak disebabkan oleh orgasme, melainkan adanya masalah dalam pembentukan dan perkembangan janin, juga kelainan kromosom dan genetik. Sehingga, tak ada alasan untuk wanita hamil takut untuk mendapatkan orgasme.

"Kebanyakan keguguran terjadi karena masalah perkembangan janin," kata Dr. Danielle Don Diego.

Lebih lanjut, keguguran memang rentan terjadi pada usia kehamilan 7 hingga dengan 12 minggu pertama setelah terjadi pembuahan. Akan tetapi, obstetri dan ginekologi, Dr. Kim Langdon, MD, menyebutkan jika kamu tidak perlu sampai menghindari hubungan seksual.

“Kamu umumnya aman dari keguguran setelah 10 minggu, tetapi tidak perlu menghindari hubungan seksual sampai saat itu. Kecuali ada kekhawatiran lain tentang kelangsungan kehamilan, tidak ada alasan untuk tidak berhubungan seks atau mengalami orgasme," kata Langdon.

Pada dasarnya, berhubungan seks saat hamil tidak membahayakan, tapi tetap ada hal-hal yang memang patut diperhatikan, seperti:

  • Hindari guncangan dan gerakan berlebihan
  • Posisi aman.
  • Disarankan untuk menggunakan kondom, sebab zat prostaglandin dalam air mani bisa memicu kontraksi dan keguguran di usia kehamilan muda.
  • Ibu hamil juga tidak boleh kelalahan akibat berhubungan seksual.

Jadi, kamu tetap disarankan untuk konsultasi dengan dokter kandungan mengenai kondisi kehamilanmu.[]