Ekonomi

Tenang, Kemenhub Tegaskan Aktivitas Angkutan Laut Nonmudik Tetap Jalan Masa Idul Fitri

Kemenhub tegaskan aktivitas angkutan laut nonmudik tetap berjalan seperti biasa pada masa Idul Fitri 1442 Hijriah


Tenang, Kemenhub Tegaskan Aktivitas Angkutan Laut Nonmudik Tetap Jalan Masa Idul Fitri
Pemudik menggunakan transportasi kapal laut dengan tujuan Surabaya di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (22/6). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla Kemenhub) Agus Purnomo menegaskan aktivitas angkutan laut nonmudik tetap berjalan seperti biasa pada masa Idul Fitri 1442 Hijriah, mulai 6 hingga 17 Mei mendatang.

"Mudik menggunakan kapal laut dilarang untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menularkan virus corona (Covid-19)," ujarnya kepada meresmikan "GeNose C-19" sebagai alat pemeriksaan Covid-19 bagi calon penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (17/4/2021).

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan, meski telah menetapkan GeNose C-19 sebagai alat pendeteksi Covid-19 namun mudik menggunakan moda transportasi kapal laut pada 6 hingga 17 Mei mendatang tetap tidak diperbolehkan.

Agus menunjuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijiriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

"Jadi meskipun kita sudah bisa melakukan pengentasan Covid-19 tapi harus memastikan untuk tidak menularkan kepada siapapun. Kita ingin negeri ini betul-betul dapat mengendalikan Covid-19, sehingga ekonominya bangkit dan semua bisa berjalan dengan baik," katanya.

Dirjen Agus memastikan pada masa Idul Fitri nanti aktivitas angkutan laut nonmudik, contohnya pengiriman kargo, tetap berjalan seperti biasa.

"Sedangkan mudik dilarang untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa yang berpotensi menularkan Covid-19," tukasnya.

Sekadar informasi, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan agar larangan mudik Lebaran 2021 M/Idul Fitri 1442 H bisa berjalan efektif, pemerintah perlu menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres). Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Djoko mengatakan pada 2020 lalu, pelarangan mudik Lebaran secara nasional hanya berdasar Peraturan Menteri Perhubungan dan Peraturan Gubernur untuk lingkup DKI Jakarta.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu