Lifestyle

Tenang, Ini yang Harus Calon Ayah Persiapkan


Tenang, Ini yang Harus Calon Ayah Persiapkan
Ilustrasi mendidik anak (Pixabay/skalekar1992)

AKURAT.CO, Selain menjadi seorang ibu, menjadi seorang ayah pun menimbulkan rasa cemasnya tersendiri bagi seorang pria. Dan ini adalah perasaan yang normal. Sebab, sosok ayah tak kalah penting dan berpengaruhnya bagi anak.

Oleh karena itu, mempersiapkan diri sebagai orangtua sudah menjadi kewajiban. Namun seringkali para calon ayah bingung harus mempersiapkan apa dan bagaimana.

Tenang, AkuratParenting akan memberikan cara mempersiapkan diri sebagai ayah sebagaimana yang dilansir dari Health Line Online berikut.

Lakukan Riset

Kamu mungkin bukan orang yang membawa bayimu selama 9 bulan dalam satu tubuh. Tapi itu bukan berarti Kamu tak memiliki peran dalam kehamilan dan kelahiran.

Kamu perlu juga mencari tahu tentang kehamilan, mulai dari gejala morning sickness hingga heartburn. Memahami apa yang istrimu rasakan dapat membantu Kamu mendukungnya dengan lebih baik saat mereka mengandung anakmu.

Ketika waktu untuk persalinan, kelahiran, dan merawat bayi yang baru lahir tiba, ketahui apa yang diharapkan pasanganmu dapat membuat semuanya menjadi pengalaman yang jauh lebih baik. Baca tentang persalinan pervaginam dan sesar, menyusui, mengganti popok, dan banyak lagi.

Jaga Kesehatan Diri

Sebelum bayimu lahir, ini adalah waktu yang tepat untuk fokus pada kesehatanmu sendiri. Jika Kamu merokok, cobalah untuk berhenti. Paparan merokok selama kehamilan telah terbukti meningkatkan risiko cacat jantung bawaan pada bayi baru lahir.

Perhatikan juga kebiasaan makanmu. Kamu perlu makan dengan baik sekarang untuk membantu mengisi hari-hari panjangmu saat menjadi orang tua baru. Tambahkan beberapa makanan kaya serat dan penambah kekebalan tubuh ke dalam makanan Anda.

Bicarakan tentang Parenting dengan Pasangan

Sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai diskusi tentang jenis orangtua yang Kamu rencanakan. Apakah Kamu ingin bayi tidur di boks kamar sendiri segera setelah tiba di rumah? Apakah Kamu berdua akan bekerja? Apa Kamu berencana menggunakan suster atau menitipkannya ke orangtua?

Ingatlah bahwa semua ini masih teoretis untuk kalian berdua. Begitu bayi tiba, perasaan kalian mungkin berubah. Menyusui mungkin lebih menantang dari yang dibayangkan.

Ada juga diskusi yang belum relevan, tetapi tetap penting. Seperti membahas kedisiplinan, termasuk hal-hal seperti memukul, harus dibicarakan sebelum bayimu menjadi balita yang penuh semangat. Memulai diskusi sekarang membuka jalur komunikasi tersebut dan membantumu mendapatkan persepsi pengasuhan yang sama.

Mulai Bermain Sebagai Tim

Sekaranglah saatnya untuk mulai memikirkan dirimu sebagai sebuah tim. Kamu, pasangan dan bayimu terhubung seumur hidup, bahkan jika kamu berpisah dengan pasanganmu.

Jika pasangan yang membawa anakmu merasa lelah dan berurusan dengan mualnya di pagi hari, peranmu dalam membantunya itu juga membantu bayimu. Memberi mereka makan apa yang mereka bisa makan, mengambil urusan di rumah, atau memastikan untuk kondisi mereka setiap hari adalah beberapa caramu dalam memberikan dukungan.