News

Temukan KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga, Ini 5 Fakta Penting Kapal MV Swift Rescue Singapura

Kapal MV Swift Rescue miliki Singapura berhasil temukan KRI Nanggala-402 pada kedalaman 838 meter.


Temukan KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga, Ini 5 Fakta Penting Kapal MV Swift Rescue Singapura
Kapal MV Swift Rescue milik Singapura (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Setelah dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (21/4) lalu, akhirnya kapal selam KRI Nanggala-402 berhasil ditemukan oleh kapal MV Swift Rescue Singapura pada Minggu (25/4) lalu. Sebelumnya, sejumlah negara telah menyatakan kesediaannya dalam misi pencarian KRI Nanggala-402. Salah satunya adalah Singapura. 

Kesuksesannya dalam menemukan kapal selam KRI Nanggala-402 tak lepas dari sejumlah kecanggihan yang dimiliki oleh kapal penyelamat MV Swift. Dilansir dari sejumlah sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik terkait kapal MV Swift. 

1. Dibentuk atas kerja sama dengan perusahaan swasta

Pada tahun 2007, Angkatan Laut Singapura mengontrak perusahaan ST Marine untuk membuat sebuah kapal SSRV (Submarine Support & Rescue Vessel). Kontrak senilai USD 400 juta (kini sekitar Rp5,7 triliun) tersebut adalah skema sebuah sistem penyelamatan dan perawatan kapal selam. Akhirnya perusahaan ST Marine dan James Fisher Defence membentuk sebuah perusahaan patungan bernama First Response Marine Pte Ltd yang fokus pada pembuatan kapal penyelamat. 

2. Dapat bertahan di laut selama 28 hari

Dirilis pada tahun 2008 silam, kapal MV Swift Rescue kini menjadi milik First Response Marine namun dikelola oleh Angkatan Laut Republik Singapura. Dengan panjang 85 meter dan lebar 18,3 meter, kapal ini memiliki berat hingga 4,29 ribu ton. Memiliki kecepatan hingga 12 knot, kapal yang dapat membawa 27 awak dalam berbagai misi penyelamatan kapal selam ini mampu beroperasi di laut dalam 28 hari tanpa henti. 

3. Canggih dan kekinian

Kapal ini memiliki berbagai kelengkapan. Submarine Rescue Vehicle (SRV) terintegrasi dengan kapal dan digunakan untuk melakukan transportasi ke kapal selam yang tenggelam. Sejumlah fasilitas canggih lainnya adalah Submarine Rescue Vehicle DSAR 6, ruang Transfer under Pressure (TUP), Launch and Recovery System (LARS), Integrated Navigation and Tracking System, Remotely Operated Vehicle (ROV), dan helipad. 

4. Rumah sakit hingga kendaraan yang mampu menyelamatkan awak kapal

Kapal MV Swift Rescue juga memiliki ruang kompresi yang dapat mengobati penyakit dekompresi dan ada juga ruang sakit dengan 10 tempat tidur. Selain itu ada juga Deep Search and Rescue Six (DSAR 6). Kapal selam mini ini dapat menyelam hingga kedalaman 500 meter dan dapat menyelamatkan hingga 17 awak. Selain itu, ada juga kendaraan ROV yang dapat digunakan untuk menemukan lokasi kapal selam yang karam dan membersihkan puing di sekitarnya dengan kedalaman lebih dari 800 meter. 

5. Temukan kapal selam KRI Nanggala-402

Pada Kamis (22/4), kapal MV Swift Rescue telah berangkat dari Singapura menuju lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali. Akhirnya, salah satu kapal canggih tersebut tiba di lokasi pada hari Sabtu (24/4). Setelah pencarian dilakukan oleh ROV milik KRI Rigel yang menemukan kontak bawah air dengan KRI Nanggala di kedalaman 800 meter, akhirnya pada Minggu (25/4) MV Swift Rescue menurunkan ROV-nya di sekitar lokasi. Akhirnya kapal selam KRI Nanggala-402 berhasil ditemukan yang ditunjukkan oleh potretnya yang terbelah menjadi tiga bagian pada kedalaman 838 meter. 

Pada Minggu (25/4), pihak TNI menyatakan bahwa seluruh 53 awak dari KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co