News

Temukan Jejak Corona, Hong Kong Akan Musnahkan Ribuan Hamster

Otoritas mulai mengumumkan perintah itu setelah pengujian menunjukkan hampir selusin hamster positif corona dan karyawan toko ikut terinfeksi. 


Temukan Jejak Corona, Hong Kong Akan Musnahkan Ribuan Hamster
Staf dari Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong berjalan melewati toko hewan peliharaan yang ditutup setelah beberapa hamster peliharaan dinyatakan positif terkena virus corona, Selasa, (18/1) (AP Photo/Kin Cheung)

AKURAT.CO  Usai menemukan jejak Covid-19 di sebuah toko hewan peliharaan, Hong Kong langsung memerintahkan 2 ribu hewan kecil, termasuk hamster untuk diserahkan dan kemudian 'dimusnahkan'. Perintah juga berlaku untuk hewan peliharaan yang dibeli beberapa hari sebelum Natal. 

Seperti diwartakan AP, otoritas mulai mengumumkan perintah itu pada Selasa (18/1), setelah pengujian menunjukkan hampir selusin hamster positif corona dan karyawan toko ikut terinfeksi. 

Sementara itu, menurut The Guardian, perintah pemusnahan hamster dan lainnya bermula saat seorang karyawan toko berusia 23 tahun terinfeksi varian Delta. Kasus itu adalah diagnosis varian Delta pertama yang tidak kunjung bisa dilacak selama lebih dari tiga bulan oleh otoritas. Sembari melakukan upaya pelacakan itu, otoritas menguji hewan peliharaan yang ada di sebuah toko, bernama Little Boss dan gudang terkait di kawasan Causeway Bay. 

baca juga:

Hasil tes kemudian mengonfirmasi bahwa dari 178 hamster, kelinci, dan chinchilla yang diuji, corona ditemukan pada 11 hamster.

Dua karyawan toko hewan itu juga dipastikan mengidap Covid-19. Mereka termasuk seorang yang membersihkan kandang hewan dan menangani hamster.

Sebagai tanggapan atas penemuan itu, pihak berwenang bergegas memerintahkan penangguhan penjualan hamster dan impor semua hewan pengerat. 

Mereka juga mengatakan semua toko hewan peliharaan di Hong Kong harus berhenti menjual hamster, dan sekitar 2 ribu mamalia kecil, termasuk hamster dan chinchilla, akan dibunuh secara manusiawi.

Kemudian bagi pelanggan yang membeli hamster di Hong Kong mulai 22 Desember akan menjalani tes wajib. Mereka juga didesak untuk tidak menghubungi orang lain sampai tes mereka kembali negatif. Jika hamster mereka dinyatakan positif, mereka akan dikarantina.

Aturan yang hampir sama juga berlaku bagi para pelanggan yang membeli hamster dari toko setelah 7 Januari. Mereka akan dilacak, dituntut untuk menjalani karantina wajib dan harus menyerahkan hamster mereka kepada pihak berwenang untuk dimusnahkan.

Menteri Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, mengakui tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan dapat menularkan Covid-19 ke manusia. Namun, menurut Chan, pihak berwenang tetap harus melakukan tindakan untuk pencegahan. 

Pendapat serupa juga disampaikan Direktur Pertanian, Perikanan dan Konservasi, Dr Leung Siu-fai. Keputusan telah diambil untuk kepentingan kesehatan masyarakat, katanya.

"Kami menilai bahwa risiko penularan pada kelompok ini relatif tinggi, dan oleh karenanya, kami membuat keputusan itu berdasarkan kebutuhan kesehatan masyarakat." 

"Kami menghimbau semua pemilik hewan peliharaan untuk memperhatikan kebersihan yang ketat saat menangani hewan peliharaan dan kandang mereka. Jangan mencium atau meninggalkan mereka di jalanan," ucap Siu-fai.

 AP Photo/Kin Cheung

Louis Yeung, dari toko Chinchilla and Pets, mengaku memiliki sekitar 20 stok hamster, dan kini sedang menunggu instruksi.

"Seorang pria menelepon saya dan menanyakan nomor telepon saya dan mengatakan dia akan mengirim pesan kepada saya, tetapi sejauh ini saya tidak memiliki informasi apa pun dari (pemerintah).  Kami hanya mengikuti instruksi pemerintah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika mereka memutuskan sesuatu, kami harus mematuhinya," katanya.

Meski begitu, Leung sebenarnya mengaku terkejut saat mendengar hamster bisa terinfeksi. Ia juga khawatir dengan laporan penularan virus pada kemasan makanan.

"Saya tidak begitu mengerti langkah apa yang harus dilakukan. Saya tidak benar-benar tahu apakah manusia membawa (virus) ini ke hamster atau hamster membawa ini ke manusia," ujarnya.

Baik otoritas China dan Hong Kong, keduanya sama-sama sedang mengejar strategi nol Covid. Namun, di tengah upaya itu, keduanya juga mengalami nasib sama, bergulat dengan wabah Omicron lokal.

Teori 'hamster impor' ini pun muncul hanya sehari setelah otoritas China menyalahkan kasus Omicron yang tidak dapat dilacak di Beijing. Kasus itu berasal dari paket yang dikirim dari Kanada, melalui AS dan Hong Kong.

Sementara komunitas sains global skeptis terhadap kemungkinan penyebaran virus, Beijing mengatakan pengujian telah menemukan jejak virus di bagian luar dan dalam paket.

Terlepas dari Omicron, kasus-kasus di mana Covid-19 terdeteksi pada hewan acap kali dilaporkan. Itu termasuk loporan infeksi yang menjangkiti beberapa hewan peliharaan di Hong Kong selama pandemi. 

Baca Juga: Perintahkan Pemusnahan Massal Cerpelai untuk Cegah Corona, Denmark Akui Tak Punya Dasar Hukum

Bahkan pada tahun 2020, Denmark sempat memusnahkan seluruh populasi cerpelai yang jumlahnya mencapai 15 juta ekor. Langkah itu dilakukan usai mereka menemukan bahwa hewan itu membawa varian mutasi dari Covid-19. Jerman juga melarang pembiakan cerpelai sampai bulan ini.[]