Olahraga

Temui Presiden FIFA, Erick Thohir Bawa Salam dan Surat Khusus dari Presiden Jokowi

Temui Presiden FIFA, Erick Thohir Bawa Salam dan Surat Khusus dari Presiden Jokowi
Menteri BUMN, Erick Thohir (Humas Kementerian BUMN)

AKURAT.CO - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada sepakbola Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan dunia, tak terkecuali FIFA selaku federasi sepakbola tertinggi di dunia. Pasalnya, ada sekitar 131 orang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi Sabtu, 1 Oktober 2022 itu.

Atas insiden tersebut, bukan tidak mungkin Indonesia bakalan mendapatkan sanksi dari FIFA. Apakah merugikan? Jelas hal itu akan sangat merugikan lantaran tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Dan bisa saja nama Indonesia dicoret sebagai tuan rumah gelaran pesta sepakbola U20 tersebut.

Bergerak cepat, pemerintah langsung mengirim Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, untuk menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (05/10) untuk membahas perkembangan masa depan sepakbola Indonesia.

baca juga:

Erick bahkan menyampaikan bahwa ia membawa salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Infantino. Dalam pertemuan tersebut, Infantino sekaligus menyampaikan ucapan duka secara langsung kepada Erick atas musibah di Kanjuruhan.

"Saya juga menyampaikan salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino," kata Erick.

"Dengan pertimbangan potensi, popularitas, dan perkembangan sepakbola di Indonesia, serta dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang konstan, market yang besar, dan kondisi sosial politik yang stabil, organisasi sepakbola internasional itu juga siap memberikan dukungan maksimal."

"Hal ini ditujukan agar sepakbola yang merupakan olahraga paling populer, dicintai, dan menyita animo besar dari masyarakat Indonesia mampu menjadi kebanggaan nasional dan sebagai salah satu pilar dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa."

Sebelumnya, Gianni Infantino juga telah memberikan pernyataan soal Tragedi Kanjuruhan yang terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dengan kekalahan tuan rumah 2-3, Sabtu (01/10) lalu. Menurutnya, Tragedi Kanjuruhan merupakan hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepakbola dan sebuah tragedi luar biasa di luar perkiraan siapapun.

Gianni juga menyampaikan bela sungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis itu.

Terkait tragedi Kanjuruhan,  Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan untuk meng-audit seluruh stadion sepakbola di Indonesia untuk mencegah terulang-nya tragedi Kanjuruhan.

Tugas audit stadion tersebut diberikan Presiden Jokowi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Presiden Jokowi memberikan waktu 1 bulan kepada Kementerian PUPR untuk melakukan audit stadion tersebut.