News

Temui Keluarga Korban, Pimpinan MPR Kutuk Keras Kasus Pencabulan Santri Ponpes di Depok

Temui Keluarga Korban, Pimpinan MPR Kutuk Keras Kasus Pencabulan Santri Ponpes di Depok
Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menemui kuasa hukum dan keluarga korban pencabulan santri Ponpes Riyadul Jannah Depok di ruangannya, Rabu (27/7/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto menemui kuasa hukum dan keluarga korban kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren (ponpes) Istana Yatim Riyadhul Jannah di kawasan Beji Timur, Depok. 

Yandri juga mengutuk keras perilaku biadab yang dilakukan oleh pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

"Jadi kami prihatin (sekaligus) mengutuk keras terhadap kelakuan para pelaku ini dan kita minta kepada masyarakat untuk terus bersama-sama menjadikan ini musuh bersama, kelompok atau orang per orang yang melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Yandri kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (27/7/2022). 

baca juga:

Dirinya pun mengaku heran atas kejadian tersebut. Sebab, meski pelaku sudah ditetapkan tersangka namun pihak kepolisian sampai detik ini belum melakukan penahanan.

"Saya menerima korban pencabulan atau korban kekerasan seksual dari Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Depok di mana pelakunya sudah tersangka tapi sampai sekarang belum dilakukan penahanan," tutur dia. 

Maka dari itu, Yandri meminta agar pihak kepolisian dapat segera mengambil langkah tegas untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. 

"Oleh karena itu bagian dari keseriusan bangsa ini atau saya sebagai wakil rakyat, sebagai pimpinan MPR dan juga sebagai pimpinan Komisi VIII, tentu meminta secara serius dan sungguh-sungguh kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar dia. 

"Karena kalau tidak, kita dianggap tidak serius terhadap para pelaku yang mencabuli anak-anak di bawah umur," sambungnya. 

Wakil Ketua Umum PAN itu juga meminta kepada semua pihak untuk mengawal proses hukum. Ia juga meminta agar diupayakan pemberatan dalam kasus tersebut seperti hukum kebiri atau hukuman mati.