Ajib Hamdani

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI
Ekonomi

Tembus 41,46% PDB: Hutang Indonesia masih Managable?

Memasuki kuartal kedua ini, potensi utang akan terus membengkak.


Tembus 41,46% PDB: Hutang Indonesia masih Managable?
Ilustrasi Hutang

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah per akhir Maret 2021 berada di angka Rp6.445,07 triliun. Secara rasio, angka utang ini setara dengan 41,64% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Memasuki kuartal kedua ini, potensi utang akan terus membengkak, karena dalam struktur APBN 2021, dengan belanja pemerintah mencapai 2.700 triliun, penerimaan pajak masih sangat rendah.

Dimana sampai akhir Maret 2021, baru Rp228,1 triliun uang masuk ke kas negara. Terkonstraksi 5,6% dengan penerimaan pajak pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Pemerintah juga masih mempunyai amunisi untuk menambah pundi-pundi kas negara melalui utang, dengan UU Nomor 2 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid19.

Sebuah pisau bermata dua, antara fleksibilitas kewenangan berhutang, sekaligus potensi debt overhang.

Yang perlu dicermati dan dikritisi lebih lanjut adalah, apakah utang pemerintah ini managable atau tidak? 

Apakah utang pemerintah ini bisa mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi sehingga berujung naiknya penerimaan pajak?

Apakah utang pemerintah ini bisa menaikkan kinerja ekspor dan mendatangkan devisa yang sustain?

Sayangnya, beberapa data menunjukkan angka sebaliknya. Tax ratio menunjukkan tren yang masih negatif, bahkan per Desember 2020, angkanya hanya bisa bertengger di 7,9%. Tingkat pencapaian penerimaan pajak yang belum optimal dibandingkan dengan perputaran ekonomi yang tercermin dalam PDB.

Denny Iswanto

https://akurat.co