News

Tembus 100 Ribu! Media Asing Soroti Covid-19 Indonesia yang Sumbang 1 dari 5 Kematian Global

Indonesia saat ini memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian kematian baru yang dilaporkan, yaitu 1 dari setiap 5 kematian.


Tembus 100 Ribu! Media Asing Soroti Covid-19 Indonesia yang Sumbang 1 dari 5 Kematian Global
Indonesia saat ini memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian kematian baru yang dilaporkan, yaitu 1 dari setiap 5 kematian. (Foto: EPA via Al Jazeera) ()

AKURAT.CO, Indonesia mencatat tonggak sejarah suram dengan menembus 100 ribu kematian akibat Covid-19 pada Rabu (4/8), menurut data Kementerian Kesehatan. Situasi ini pun mengundang perhatian dari media internasional Reuters. Dalam artikelnya pada Rabu (4/8), kantor berita asal Inggris itu menyebut negeri ini telah menyumbang 1 dari 5 kematian secara global.

Dilansir dari Reuters, Indonesia telah berjuang melawan gelombang infeksi virus corona dan kematian akibat varian Delta yang sangat menular selama sebulan terakhir. Tak butuh waktu lama negeri ini menjadi episentrum virus corona di Asia.

Pada Rabu (4/8), data menunjukkan jumlah total infeksi di Indonesia telah mencapai 3,53 juta. Sementara itu, kematian bertambah 1.747 lagi, sehingga totalnya menjadi 100.363. Namun, para ahli kesehatan masyarakat yakin angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

"Indonesia butuh audit kematian Covid yang komprehensif," komentar Defriman Djafri, ahli epidemiologi di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat.

Ia juga mengkritik respons layanan kesehatan yang kurang optimal.

"Keterlambatan perawatan di rumah sakit yang dapat menyebabkan kematian Covid-19 dan tingkat komorbiditas harus diselidiki," imbuhnya.

Korban virus corona di Indonesia mencapai sekitar 50 ribu pada akhir Mei. Artinya, angka kematian berlipat ganda sejak saat itu.

Kurangnya tes dan penelusuran pun semakin memperburuk jumlah kematian, menurut Masdalina Pane dari Asosiasi Epidemiologi Indonesia.

"Pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah atau kritis. Mereka datang ke rumah sakit untuk mati," keluhnya.

Jumlah kematian kumulatif Tanah Air menjadi yang tertinggi ke-12 secara global. Nusantara juga saat ini memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian kematian baru yang dilaporkan, yaitu 1 dari setiap 5 kematian.

Di sisi lain, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ada tanda-tanda positif bahwa gelombang kedua Indonesia telah mencapai puncaknya, terutama di sejumlah bagian Pulau Jawa yang padat penduduk. Meski begitu, kekhawatiran tetap ada untuk daerah lainnya, khususnya pulau-pulau terpencil.

Meski kasus mulai turun di sejumlah daerah, Presiden Joko Widodo tetap memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus di daerah yang ditentukan, termasuk di Jakarta.

Sejauh ini, Indonesia telah memvaksinasi kurang dari 11 persen dari target 208 juta penduduk. Program vaksinasi ini terhambat oleh masalah pasokan dan logistik serta keraguan terhadap vaksin.

Untuk mempercepat program tersebut, Kementerian Kesehatan pekan ini mengatakan bahwa warga tanpa KTP juga dapat divaksinasi. Keputusan ini dimaksudkan untuk menjangkau yang paling rentan di Tanah Air. []