Lifestyle

Telusuri Desa Budaya Pampang, Mengenal Lebih Dekat Suku Dayak Kenyah Borneo

Pulau Kalimantan dikatakan sebagai paru-paru dunia, lantaran luasnya hutan yang menyelimuti wilayah tersebut


Telusuri Desa Budaya Pampang, Mengenal Lebih Dekat Suku Dayak Kenyah Borneo
Desa Budaya Pampang (INSTAGRAM/aldiriandana)

AKURAT.CO Pulau Kalimantan dikatakan sebagai paru-paru dunia, lantaran luasnya hutan yang menyelimuti wilayah tersebut. Di dalamnya terdapat suku asli dari Pulau Kalimantan yakni Suku Dayak. Di antara beragamnya suku yang ada di Indonesia, suku asli Dayak memiliki keunikan tersendiri. Mereka menetap hampir di pedalaman hutan yang tersebar di pulau Kalimantan.

Namun, bagi kamu yang ingin mengetahui kehidupan suku asli Dayak, bisa berwisata ke salah satu kampung yang diberi nama Desa Budaya Pampang. Desa Budaya Pampang ini terletak di pinggir Kota Samarinda Kalimantan Timur. Desa ini merupakan desa adat yang paling mudah diakses dari Samarinda, karena sangat dekat dari Bandara APT Pranoto Samarinda.

Dari pusat Kota Samarinda, pengunjung cukup menempuh jarak sekitar 23 km saja untuk bisa sampai ke desa Budaya Pampang. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum untuk menuju ke kawasan tersebut.

Desa Budaya Pampang ini dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 14.00 sampai jam 17.00 WITA. Harga tiket masuk kek desa adat ini relatif murah hanya dibanderol Rp 15.000. Namun untuk kamu yang ingin menikmati keelokan desa budaya dengan lama, pengunjung diminta untuk membayar tiket berfoto sebesar Rp 25.000. Sementara biaya tambahan lainnya jika membawa handycam maupun kamera DSLR sebesar Rp 50.000

Selama pengunjung berada di Desa Budaya Pampang, bisa menikmati tari-tarian tradisional khas suku Dayak di Lamin Adat Pemung Tawai atau rumah adat Suku Dayak. Uniknya rumah ada ini terbuat dari kayu ulin dengan hiasan dan ukiran di semua dindinya. Ukiran-ukiran ini dibentuk berdasarkan ciri khas Dayak meliput paduan warna hitam, putih dan kuning yang dominan.

Sementara tiang penyangga rumah memiliki diameter dua meter dengan dihiasi ukiran indah. Atapnya sendiri terbuat dari kayu sirap dengan bentuk kokoh di tengah dan sudut-sudut atapnya.

Di akhir pekan, biasanya masyarakat Desa Pampang menggelar pertunjukkan tarian adat Suku Dayak. kamu akan mendapati tarian seperti Bangen Tawai, Kanjet Anyam Tali, Ajay Pilling dan lainnya. Tarian ini menurut warga setempat terdapat makna tersendiri dari setiap gerakannya. Keunikan lainnya, semua tarian yang digelar diikuti oleh masyarakat tua hingga muda Desa pampang.

Hal unik lainnya yang bisa ditemukan di kawasan ini yakni pada penduduk desa yang masih mempertahankan aturan ada seperti cara berpakaian hingga aksesoris yang dikenakan. Bagi kaum pria akan membuat tato berpola tanaman dan hewan, tato ini menunjukkan posisi strata sosial. sementara kaum wanita masih memegang tradisi Mucuk Penikng yang merupakan telinga yang memanjang. Proses ini dilakukan sejak mereka lahir.

Setelah menikmati berjelajah di Desa Adat Suku Dayak tersebut, kurang lengkap untuk tidak berburu souvenir khas tersebut. Pengunjung bisa membeli souvenir berupa manik-manik asli buatan penduduk Dayak lokal seperti gantungan kunci, gelang, kalung hingga tas.

Bagi kamu yang penasaran ingin melihat langsung eksotisme budaya, adat istiadat hingga sosok masyarakat Daya yang sudah dikenal dunia, tak salahnya berkunjung ke desa Budaya Pampang. Apalagi ketika kamu tengah berwisata ke Samarinda, selain menikmati wisata alam di Pulau Kalimantan kamu bisa sambil belajar dan ikut melestarikan budaya dan adat istiadat asli Nusantara.