News

Telusuri Aliran Dana Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Istri Tersangka Ilham W Siregar

Telusuri Aliran Dana Kasus Asabri, Kejagung Periksa Istri Tersangka Ilham W Siregar


Telusuri Aliran Dana Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Istri Tersangka Ilham W Siregar
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penyidik Pidana Khusus Kejagung terus menelusuri aset-aset milik tersangka penyelewengan dana Asabri, salah satunya aset milik Ilham W Siregar, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri.

Hari ini, Rabu (14/4/2021), penyidik memeriksa istri tersangka IWS bernama AIP. Selain itu, penyidik juga memeriksa adik Benny Tjokro bermama JT.

"Untuk kepentingan penyidikan guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (14/4/2021).

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik telah menyita sembilan unit mobil Tersangka IWS. Aset tersebut antara lain satu unit mobil Toyota Vellfire warna putih No. Polisi B 119 ASR, satu unit mobil Honda HRV warna hitam No. Polisi B 209 EAN.

Lalu satu unit mobil Mitshubhisi Outlander warna hitam No. Polisi B 723 RIF dan satu unit mobil Toyota Innova Venturer warna putih No. Polisi 2984 PFE.

Selain istri IWS, penyidik juga memeriksa 15 saksi sebagai Nominee dari para tersangka kasus Asabri. Lalu satu karyawan PT Tedo Utama Bersama bernama DRF.

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar.

Kemudian, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012-015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Sejauh ini penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik tersangka, mulai dari mobil mewah, bus, kapal tanker hingga ratusan bidang tanah. Saat ini taksiran kerugian negaranya Rp23 triliun. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu