Tech

Telur Bisa Berdiri Seimbang saat Gerhana Matahari, Benarkah?


Telur Bisa Berdiri Seimbang saat Gerhana Matahari, Benarkah?
Foto kolase fenomena alam gerhana matahari cincin yang difoto dari kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (26/12/2019). Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya, gerhana matahari hanya dapat dinikmati sekitar 75 persen, dimulai pukul 10.42 WIB, mengalami puncaknya pada 12.36 WIB, dan berakhir pukul 14.23 WIB. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Aktivitas yang biasanya sulit dilakukan ternyata dirumorkan akan dengan mudah dilakukan saat berlangsungnya fenomena gerhana Matahari. Salah satunya adalah membuat telur dapat berdiri seimbang yang viral di media sosial.

Menurut teori ilmiah populer di masyarakat, telur akan mendukung dirinya sendiri untuk berdiri tegak pada saat bukan mengaburkan Matahari. Beberapa pihak menyebut hal itu karena adanya peningkatan gravitasi Bumi.

Ternyata teori tersebut telah dibantah, namun hal itu tidak menghentikan para pengguna media sosial di Indonesia dan Malaysia untuk mengujinya.

Terutama, ketika ribuan pengamatan berkumpul di beberapa bagian Asia untuk menyaksikan Gerhana Matahari Cincin yang langka.

Telur Bisa Berdiri Seimbang saat Gerhana Matahari, Benarkah - Foto 1
Gerhana Matahari. REUTERS

Video yang dibagikan secara daring memperlihatkan sejumlah pengguna yang berhasil membuat telur berdiri seimbang di berbagai permukaan, seperti kerikil, jendela, hingga piring.

Melansir Reuters, Sabtu (28/12/2019), seorang fisikawan pensiunan dari Universitas Sains Malaysia, Dr Chong Hon Yew, mengungkapkan tidak ada bukti yang mendukung teori tersebut.

"Anda dapat melakukan percobaan yang sama ke depannya, sebelum atau sesudah gerhana. Mudah untuk melakukannya," ujar Chong.

Meski begitu, hal ini menjadi trik yang menyenangkan untuk dilakukan saat terjadinya gerhana. Karena dapat menjadi stimulus untuk menarik minat anak muda terhadap sains dan astronomi.

Diketahui, pada Kamis (26/12/2019) lalu fenomena gerhana Matahari kembali terjadi. Di Indonesia sendiri sebagian wilayah dapat melihatnya seperti cincin, dan juga tertutup sebagian atau parsial yang menyerupai sabit.