News

Telisik Penyelewengan Dana Asabri, Kejagung Periksa Dirut PT Valbury Sekuritas Indonesia

Penyidik Pidana Khusus Kejagung mencecar PT Valbury Sekuritas Indonesia berinisial BA terkait penyelewengan dana Asabri.


Telisik Penyelewengan Dana Asabri, Kejagung Periksa Dirut PT Valbury Sekuritas Indonesia
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Penyidik Pidana Khusus Kejagung mencecar PT Valbury Sekuritas Indonesia berinisial BA terkait penyelewengan dana Asabri. Pemeriksaan saksi untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar, lihat dan alami sendiri.

"Kepentingan penyidik guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (9/4/2021).

Selain Direktur Utama PT Valbury Sekuritas Indonesia, penyidik juga memeriksa enam saksi lain.

Mereka adalah KP selaku Direktur Utama PT Profindo Sekuritas Indonesia, YA selaku Direktur Utama Bank China Construction Bank Indonesia, Tbk, ABS selaku Direktur PT Strategic Manajemen Service, ID selaku Nominee Tersangka JS, JI selaku Mantan Karyawan PT. Bumi Nusa Jaya Abadi (1999-2019) dan HS selaku Direktur PT Panca Tunggal Sapta / HRD PT. Tricore Kapital Sarana.

Hingga saat puluhan saksi yang diperiksa. Antara lain Komisaris Utama PT Wimofa International Investment berinisial SAA.

Selain itu, penyidik memeriksa AT selaku Nominee Tersangka BTS, MM selaku selaku Nominee Tersangka BTS dan IZ selaku Head Equity PT ASABRI.

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik tersangka. Mulai dari mobil mewah, bus, kapal tanker hingga ratusan bidang tanah. Saat ini taksiran kerugian negaranya Rp23 triliun. []

Arief Munandar

https://akurat.co