Rahmah

Telak! Jawaban Cerdas Abu Nawas Ini Bikin Baginda Raja Mati Kutu di Hadapan Menterinya

Telak! Jawaban Cerdas Abu Nawas Ini Bikin Baginda Raja Mati Kutu di Hadapan Menterinya
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik yang memiliki selera humor tinggi. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Hingga kini, banyak kisah-kisah lucu Abu Nawas yang mampu mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Seperti kisah Abu Nawas yang dikutip dari NU Online ini.

Dikisahkan pada suatu hari, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mengadakan pertemuan dengan petinggi kerajaan dan beberapa tamu undangan. Akan tetapi, saat itu Baginda memperhatikan bahwa Abu Nawas tidak datang ke istana. Dengan begitu, Baginda mengutus beberapa pengawalnya untuk memanggilnya.

baca juga:

Tak menunggu waktu yang lama, Abu Nawas segera datang ke istana. Dengan kedatangan Abu Nawas di istana, hati Baginda pun  menjadi dongkol karena dirinya tak hadir dalam pertemuan tersebut.  

"Wahai Tuan Abu, kenapa kau tak datang untuk melihatku hari ini?" tanya Baginda memulai percakapan.

"Mohon ampun Baginda yang mulia, akhir-akhir ini saya punya banyak pekerjaan di rumah," jawab Abu Nawas.

"Ohh jadi engkau berpikir pekerjaanmu itu lebih penting daripada diriku?" tanya Baginda mulai geram.

Belum sempat Abu Nawas menjawabnya, Baginda lalu melanjutkan:

"Wahai Tuan Abu, aku ingin menanyaimu beberapa pertanyaan. Engkau harus jawab dengan benar. Kalau kau tak bisa, aku akan menghukummu seberat-beratnya,".

"Mohon ampun Baginda, pertanyaan apakah itu,?" tanya Abu Nawas penasaran.

"Yang pertama, apa yang Tuhan kerjakan sekarang? Kedua, berapa banayak bintang di langit? Dan terakhir, di mana titik tengah bumi?" tanya Baginda dengan wajah serius.

"Mohon ampun, Baginda yang mulia. Aku tak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu sekaligus. Baginda harus memenuhi persyaratan sebelum aku menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut" kata Abu Nawas.

"Apa itu?" tanya Baginda yang kali ini dibuat penasaran.

"Jadi begini Baginda. Jika Anda bersedia turun dari tahta Anda, saya akan duduk di atasnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda," jawab Abu Nawas.

Tanpa pikir panjang, Baginda lantas turun dari tahta. Setelah itu, Abu Nawas menduduki tahta itu. Dirinya lalu menginjak tikar yang terbuat dari kulit kambing tersebut.

"Abu nawas, cepat jawab pertanyaanku!" ujar Baginda yang hendak berdiri di atas lantai.

"Yang pertama, itu apa yang Tuhan lakukan hari ini. Baru saja Tuhan membuat Anda turun dari tahta dan mengangkat seorang manusia awam, bernama Abu Nawas, ke tahta negeri ini," kata Abu Nawas menjawab pertanyaan pertama.

"Untuk jawaban pertanyaan kedua, Baginda, jika Anda benar ingin tahu jumlah bintang di langit, biarkan saya memberitahu Anda," jelas Abu Nawas yang tangan kanan mengambil tikar kulit kambing dari kakinya. 

"Wahai Baginda, jumlah dari bintang-bintang sama dengan jumlah bulu di kulit kambing ini. Anda dapat menghitungnya, jika Anda tak percaya padaku." kata Abu Nawas.

"Lantas siapa di dunia ini yang dapat menghitung bulu-bulu kambing?" tanya Baginda merasa dipermainkan oleh Abu Nawas.

"Nah kalau itu persoalan yang sama terjadi pada bintang-bintang. Lagipula, siapa di dunia ini yang mampu menghitung bintang-bintang? Artinya hanya Tuhan yang tahu!" jelas Abu Nawas.

Baginda hanya mengangguk, lalu melanjutkan perkataannya:

"Baik, sekarang, aku ingin tahu, di mana titik tengah dari bumi ini. Cepat jawab!"

Belum sempat menjawab, Abu Nawas sekonyong-konyong merenggut tombak di sampingnya. Setelah itu, ia lempar tombak tersebutke lantai hingga menancap di depan Baginda.

"Wahai Baginda, itu merupkan titik tengah bumi, kalau Anda tak percaya pada saya, perintahkan orangmu untuk mengukur jaraknya dari barat, timur, utara, selatan!" tutur Abu Nawas.

"Lalu siapa yang bisa mengukur jarak itu?" tanya Baginda geram.

"Hanya Tuhan yang tahu titik tengah, bukan Abu Nawas juga bukan Raja Harun" jawab Abu Nawas dengan tenang. []