Rahmah

Teladan Sifat Dermawan Abu Hurairah,  Pemimpin yang Rela Serahkan Hartanya untuk Kemaslahatan Umat

Abu Hurairah menggunakan gaji atau tunjangan yang diterima dari jabatannya untuk menyantuni dan membantu orang yang membutuhkan. 


Teladan Sifat Dermawan Abu Hurairah,  Pemimpin yang Rela Serahkan Hartanya untuk Kemaslahatan Umat
Ilustrasi Sahabat Nabi (Transbisnis)

AKURAT.CO  Diketahui Abu Hurairah sempat diangkat menjadi amir di Bahrain pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sama seperti kebanyakan sahabat pilihan Rasulullah SAW lainnya, ia menggunakan gaji atau tunjangan yang diterima dari jabatannya itu untuk menyantuni dan membantu orang yang membutuhkan. 

Meskipun begitu, untuk menunjang kehidupan sehari-harinya, Abu Hurairah mempunyai kuda yang diternakkannya. Ternyata kuda tersebut berkembang sangat cepat, hingga Abu Hurairah memiliki cukup uang dibanding sahabat lain pada umumnya.

Belum lagi dengan banyak orang-orang yang belajar hadits dengan Abu Hurairah. Dan tak jarang dari mereka memberikan hadiah sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan atas pengajaran tersebut.

Hingga pada saat Khalifah Umar mengetahui Abu Hurairah memiliki kekayaan yang melebihi penghasilannya, Umar memanggilnya menghadap ke Madinah untuk mempertanggung-jawabkan harta yang dimilikinya tersebut. Setibanya di Madinah dan menghadap, Umar langsung memberi komentar yang cukup pedas, 

"Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?"

Akan tetapi, Abu Hurairah yang sangat mengenal watak dan karakter Umar, dan juga mengetahui sabda Rasulullah SAW bahwa Umar adalah "kunci/gemboknya fitnah", dengan tenangnya berkata, 

"Aku bukan musuh Allah SWT, dan juga bukan musuh kitab-Nya, tetapi aku hanyalah orang yang memusuhi orang yang menjadi musuh keduanya, dan aku bukan orang yang mencuri harta Allah…!"

"Darimana kauperoleh harta kekayaanmu tersebut?" tanya Umar bin Khattab.

Abu Hurairah lalu menjelaskan asal muasal hartanya, yang tentu saja dari jalan halal. Mesara kurang cukup berkomentar, Umar bin Khattab berkata lagi,

"Kembalikan harta itu ke baitul mal..!!"

Sebagaimana diketahui bahwa Abu Hurairah adalah didikan Rasulullah SAW yang bersikap zuhud dan tidak cinta kepada perkara dunia. Meskipun seorang Abu Hurairah bisa saja berargumentasi untuk mempertahankan harta miliknya, tetapi Abu Hurairah tidak melakukannya. 

Dengan demikian, tanpa banyak pertanyaan dan protes, ia menyerahkan hartanya tersebut kepada Umar, setelah itu ia mengangkat tangannya dan berdoa, "Ya Allah, ampunilah Amirul Mukminin Umar…!!"

Wallahu A'lam Bishawab. []