Rahmah

Teladan Rasulullah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Muawiyah khawatir Rasulullah akan memarahinya, namun dugaannya salah.

Teladan Rasulullah Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Nabi Muhammad (pinterest.com)

AKURAT.CO Rasulullah SAW diutus sebagai sosok yang memiliki rasa kasih sayang begitu besar kepada umatnya. Sehingga, ajaran-ajaran yang beliau sampaikan kepada umat lebih mudah diterima. Dengan demikian dakwah beliau bisa berjalan dengan maksimal.

Allah SWT sendiri dengan tegas berfirman bahwa Nabi Muhammad diutus membawa rahmat atau kasih sayang kepada semesta alam. Disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ

baca juga:

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Ambiya [21]: 107)

Ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad sebagai sosok pembawa rahmat atau kasih sayang. Bukan hanya kepada sesama manusia, akan tetapi seluruh alam semesta.

Senada, dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan:

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus bukan untuk menjadi pelaknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat.” (HR Muslim)

Sabda Nabi di atas dilatarbelakangi ketika beliau dimintai untuk mendoakan keburukan bagi orang-orang musyrik yang selama ini sudah menyakiti umat muslim sepanjang perjalanan dakwah Nabi. Namun Nabi dengan bijak menolaknya.

Salah satu penerapan sifat kasih sayang yang dimiliki Nabi Muhammad adalah mudah memaafkan orang lain. Banyak kisah terkait hal ini. Salah satunya adalah kisah unik Muawiyah bin al-Hakam bin al-Sulami.

Sumber: NU Online