Lifestyle

Teladan Literasi Kartini untuk Wanita Abad 21

Kartini Abad 21 dan Keteladanan Literasi


Teladan Literasi Kartini untuk Wanita Abad 21
Diskusi Publik ‘Peran Kartini Masa Kini Dalam Meningkatkan Budaya Literasi’, di Ruang Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, (20/4/2021) (Dok. Perpusnas)

AKURAT.CO, Seperti yang sudah diketahui, Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan. Melalui pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisan, Kartini banyak membahas soal perjuangan kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak.

Sangat mustahil tanpa dibekali kemampuan literasi yang baik, seorang Kartini menghasilkan buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sebuah buku yang berisikan surat-surat yang ditulis oleh dirinya sendiri yang telah banyak menginspirasikan para Kartini lintas generasi hingga saat ini.

Atau tidak mungkin tanpa fondasi literasi yang kuat, para founding fathers dapat menyusun rentetan kalimat pada pembukaan UUD 1945 dengan begitu baik dan menjadi pegangan (pedoman) bagi kehidupan bangsa dan negara.

“Dengan literasi, seseorang bisa menyerap banyak ilmu pengetahuan, berpikir kritis dan kemampuan problem solving,” urai Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengawali Diskusi Publik ‘Peran Kartini Masa Kini Dalam Meningkatkan Budaya Literasi’, di Ruang Teater Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, (20/4/2021).

Maka, penting bagi para kaum ibu membudayakan kebiasaan membaca di rumah. Jika anak terbiasa membaca, secara otomatis akan menjadikan buku sebagai referensi. Kalau anak terbiasa menulis sejak dini, maka mereka akan menuliskan pemikirannya lewat tulisan.

Indonesia memang sarat dengan perempuan pejuang. Selain Kartini, ada juga tokoh pejuang wanita asal Aceh, Malahayati, atau Rohana Kudus dari Sumatera Barat. Sama halnya dengan pejuang wanita lain, sosok Kartini juga memiliki keteladanan literasi yang diawali dengan kegemaran membaca.

“Peran ibu sangat menentukan kualitas bangsa karena dibalik bangsa yang berjaya, ada sosok wanita kuat dibelakangnya,” kata Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando.

Kekaguman terhadap Kartini juga diungkapkan Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Reni Suzana, yang turut menjadi narasumber. Reni menganggap Kartini di abad 21 diibaratkan seperti karakter fiksi ‘Transformers’, yang cepat menyesuaikan di setiap keadaan, mampu berubah dengan cepat, bekal intelektual yang tinggi, serta kepekaan rasa.

“Kartini di abad 21 tidak lagi bicara soal kesenjangan (gap). Batasan gender juga tidak berlaku lagi ketika dihadapkan pada suatu masalah dan keputusan mengambil solusi yang cepat. Kartini abad 21 adalah soal tantangan menyampaikan ide, pemikiran, kemampuan berargumentasi dengan baik,” imbuh Reni.

Senada dengan Reni, Duta Bela Negara dan Ketua Yayasan Generasi Lintas Bangsa, Olivia Zalianty, mengungkapkan bahwa Indonesia patut bangga dengan sosok Kartini yang menginspirasi banyak wanita di Indonesia. Menurut Olivia, Kartini adalah sosok pemberani. Sesuai yang dituliskan Kartini, siapa yang tidak berani tidak akan jadi pemenang.

"Kartini mampu melepaskan segala sekatan dan keterbatasan peran wanita di masa lalu lewat tulisan. Namun, kemajuan peradaban dan teknologi, peran ibu kini perlahan digantikan oleh mesin pencari, Google. Google memang membantu orang untuk membaca, tetapi apa yang dibaca belum tentu baik dan tepat karena tidak ada sensor disitu. Beda dengan perpustakaan,” imbuh Olivia.[]

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu