Tech

Teknologi Kode QR Menyimpan Bahaya Siber, Ini Ciri-cirinya

Kode QR dapat dimanfaatkan para pelaku kejahatan siber


Teknologi Kode QR Menyimpan Bahaya Siber, Ini Ciri-cirinya
Konsumen membayar pesanannya melalui kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di gerai Ke-Angkringan di Jalan Ampera Raya, Jakarta, Sabtu (10/2/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kode Quick Response (QR) kini bisa dengan mudah ditemukan di mana-mana, mulai dari kemasan makanan hingga pameran museum, dari tagihan utilitas hingga tiket lotre. Orang-orang menggunakannya untuk membuka situs web, mengunduh aplikasi, mengumpulkan poin program loyalitas, melakukan pembayaran dan mentransfer uang, dan bahkan memberi untuk amal.

Teknologi yang mudah untuk diakses dan praktis ini memberikan kenyamanan bagi banyak orang, termasuk, tentunya, pelaku kejahatan siber, yang telah meluncurkan berbagai skema berbasis QR. Berikut adalah beberapa kesalahan yang dapat terjadi dari kotak hitam-putih ini, dan bagaimana Anda dapat menggunakannya tanpa rasa takut.

Untuk memindai kode QR, pengguna cukup membuka aplikasi pemindai dan mengarahkan kamera ponsel ke kode tersebut. Sering kali, ponsel cerdas akan meminta untuk membuka situs web tertentu atau mengunduh aplikasi.

Beberapa aplikasi dapat membuat kode QR untuk memberikan informasi tertentu kepada siapa saja yang memindainya. Misalnya, mereka mungkin menerima nama dan kata sandi jaringan Wi-Fi tamu Anda, atau detail rekening bank.

Cara Pelaku Kejahatan Siber Memanfaatkan Kode QR

Kode QR yang dibuat oleh pelaku kejahatan siber mungkin mengarah ke situs phishing yang terlihat seperti halaman login jaringan sosial atau bank online. Itulah mengapa pakar keamanan di Kaspersky menyarankan untuk selalu memeriksa tautan sebelum mengetuk atau mengeklik. Kode QR, bagaimanapun, tidak memberikan aksesibilitas seperti itu. Selain itu, penyerang sering menggunakan tautan pendek, sehingga lebih sulit untuk menemukan yang palsu saat ponsel cerdas meminta konfirmasi.

Skema serupa dapat mengelabui pengguna agar melakukan kesalahan dalam pengunduhan aplikasi, misalnya, dengan mengunduh malware, dan bukanlah gim atau alat yang dimaksudkan. Pada titik itu, malware dapat mencuri kata sandi, mengirim pesan berbahaya ke kontak Anda, dan masih banyak lagi.

Azhar Ilyas

https://akurat.co