News

Teknologi Digital Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan

Teknologi digital memiliki peranan penting dalam pemberdayaan perempuan. Sehingga, hal ini perlu terus dikembangkan.


Teknologi Digital Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary Kementerian Kominfo dalam Forum Digitalk: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui UMKM Digital di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo berkolaborasi dengan Perempuan Indonesia Maju, Jakarta, Jumat (15/10/2021). (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan, teknologi digital memiliki peranan penting dalam pemberdayaan perempuan. Sehingga, hal ini perlu terus dikembangkan.

"Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dilakukan lebih fleksibel, dapat mempromosikan kesetaraan gender, mendukung perempuan makin berdaya, lebih berpartisipasi dalam segala bidang, dan perubahan perilaku masyarakat berbasis digital,” ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary Kementerian Kominfo dalam Forum Digitalk: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui UMKM Digital di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo berkolaborasi dengan Perempuan Indonesia Maju, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Septriana menerangkan, kontribusi perempuan untuk perekonomian Indonesia terutama pada UMKM adalah sebesar 64,5 persen. Sementara itu, kontribusi ekonomi digital mencapai Rp619 triliun pada 2020.

"Sehingga dapat menjadi akselerator membangkitkan ekonomi Indonesia," tutur dia.

Ia menerangkan, digitalisasi sektor UMKM sangat penting. Pemberian edukasi dan pemahaman kepada para pelaku UMKM, khususnya perempuan perlu dilakukan. Sehingga, UMKM memiliki kemampuan untuk adaptif dan kreatif di era pandemi.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada 14 Mei 2020 dalam rangka mendorong national branding produk lokal unggulan. Hal ini agar menciptakan industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Gerakan ini juga merupakan bagian dari program percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional. Melalui gerakan ini, pemerintah mengajak agar masyarakat Indonesia mencintai dan bangga akan karya anak negeri sendiri.

Membeli produk buatan Indonesia merupakan wujud konkret pembelaan dan rasa cinta terhadap bangsa. 

Sementara itu, menurut data Bappenas pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mencapai 60 persen dari total jumlah penduduk.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, Lana Koentjoro (Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju), Agung Harimukti Purnomodjati, Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Makassar (BBPSDMP), Dias Satria (founder Piknik Hub dan Jagoan Indonesia), Bondan Kusuma (Deputi Direktur Kantor OJK Regional 6 Sulampua) dan Ida Noer Haris (Ketua PIM Sulsel). []