Lifestyle

Teknologi dan Ilmu Kedokteran Terus Berkembang, Jangan Menyerah Tuk Dapatkan Keturunan


Teknologi dan Ilmu Kedokteran Terus Berkembang, Jangan Menyerah Tuk Dapatkan Keturunan
Ilustrasi surrogate mother (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Bagi Kamu dan pasangan yang telah lama menikah namun kesulitan untuk bisa mendapatkan keturunan atau buah hati, maka jangan pernah merasa menyerah dari permasalahan ini. 

Beban pikiran pasti akan menghampiri setiap pasangan yang tidak kunjung berhasil mendapatkan keturunan atau kehamilan pada sang istri. Tapi, dengan melihat perkembangan teknologi saat ini, ada secercah harapan yang bisa membuka peluang untuk mendapatkan keturunan.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG yang merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, ketika dihubungi AkuratIntim, Senin (16/9).

"Setiap pasangan tidak boleh menyerah, selalu ada jalan dari dokter. Misal sperma suami nol, tidak ada sama sekali, itu bisa disiasati misalnya dengan bayi tabung. Kalau dengan teknologi dan ilmu kedoteran saat ini tidak ada kata menyerah ya, kecuali memang ada tumor besar yang mengganggu rahim yang mengakibatkan si istri tidak bisa hamil, misalnya harus diangkat rahimnya nah itu mungkin," ungkapnya.

Meski terdapat gangguan rahim pada sang istri, hal itu tidak memupus harapan untuk memiliki keturunan kepada para pasangan yang mengalami permasalahan satu ini.

Dokter Yeni mengungkapkan ada teknologi yang disebut dengan surrogate mother. Pada prosesnya, indung telur dan sperma diambil dengan usaha bayi tabung tapi ditanamkan di rahim orang lain misalnya.

Tapi memang di Indonesia aturan itu belum diperbolehkan. Di Malaysia, Singapura juga belum boleh, tapi di Thailand sudah bisa di India juga bisa seperti di Amerika," tambahnya.

Lebih lanjut dr. Yeni menjelaskan proses surrogate mother tetap melibatkan pembuahan yang dihasilkan dari pasangan pria dan wanita.

"Surrogate mother ini bukannya hamil di orang lain, indung telurnya sama spermanya tetap punya pasangan suami istri yang kesulitan punya keturunan. Cuma indung telur dan sperma dititipkan ke rahim orang lain karena rahim istrinya tidak memungkinkan untuk sarana yang baik bagi kelahiran si bayi," lanjutnya.

Dengan hal-hal yang mungkin diluar nalar bagi orang awam ini, maka siapapun bisa memiliki keturunan.

"Jadi usahanya banyak banget untuk bisa hamil dan punya keturunan. Saya rasa nggak boleh ada kata menyerah, seharusnya. Karena teknologi saat ini sangat mendukung keberhasilan dengan inseminasi atau dengan bayi tabung saja itu sudah cukup tinggi saat ini keberhasilannya," tutupnya.