Ekonomi

Teken Izin Impor Beras 500 Ribu Ton, Mendag: Untuk Kapanpun Diperlukan

Teken Izin Impor Beras 500 Ribu Ton, Mendag: Untuk Kapanpun Diperlukan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Selasa (13/3). (AKURAT.CO/Dedi Ermansyah)

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, sudah menandatangani persetujuan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Impor kali ini untuk antisipasi jika kebutuhan beras dalam negeri terus menipis.

Dia menjelaskan, keputusan memberi izin impor beras tahun ini atas permintaan dari rapat terbatas (Ratas), Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian, dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Maka saya sudah beri izin untuk impor datangkan beras sebanyak 500 ribu ton. Untuk kapanpun diperlukan," kata pria yang disapa Zulhas di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu (7/12/2022).

baca juga:

Ihwal apakah beras sudah masuk ke Indonesia atau belum, tergantung stok beras di dalam negeri. Pelaksana importasi beras adalah Bulog.

"Yang masuk sekarang katanya sudah dipesan. Apakah sudah masuk apa belum, tergantung keadaan stok diperlukan apa tidak oleh Bulog. Tapi saya sudah teken," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, pemerintah akan siapkan 200 ribu ton beras komersial di luar negeri yang sewaktu-waktu dapat dibawa ke Indonesia. 

"Cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan pemerintah," ujar Arief. 

Ia menjelaskan, stok beras dari luar tersebut hanya dipergunakan pada kondisi tertentu seperti, penanggulangan bencana, intervensi harga jika diperlukan dan beberapa kegiatan pemerintah lainnya. 

"Penggunaannya akan diawasi secara ketat, untuk memastikan tidak masuk ke pasar," jelasnya. 

Arief memastikan, Beras ini tidak akan mengganggu beras petani, karena hanya digunakan untuk kegiatan pengendalian harga dan pemenuhan pangan di tengah kondisi darurat/bencana melalui Bulog. 

Beras komersial ini merupakan persediaan akhir tahun ini sampai menunggu panen raya pada Februari-Maret 2023. 

"Kita siapkan pada Februari-Maret 2023 agar Bulog dapat menyerap saat panen raya tiba untuk men-top up stoknya kembali sampai dengan 1,2 juta ton, hal ini diperlukan dalam rangka menjaga floor price di tingkat petani, dan berikutnya dikeluarkan pada saat produksi beras berkurang di akhir tahun," ungkapnya. []