Ekonomi

Tekan Harga Daging Sapi, Peneliti Desak Pemerintah Maksimalkan IA-CEPA

Tekan Harga Daging Sapi, Peneliti Desak Pemerintah Maksimalkan IA-CEPA
Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (23/5/2020). Harga sejumlah bahan pangan merangkak naik hingga H-1 jelang Idulfitri 1441 Hijriah. Hal ini terlihat pada penjualan daging sapi dan ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut pedagang, harga daging sapi naik hingga Rp15 ribu menjadi Rp130 ribu per kg. Sedangkan daging ayam harganya pun naik sekitar Rp10 ribu menjadi Rp45 ribu per kg. Namun banyak pedagang yang mengeluh karena omzetnya menurun sekitar (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyarankan pemerintah untuk memaksimalkan kemitraan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) untuk mengatasi tingginya harga daging sapi.

"Melalui IA-CEPA, Indonesia dapat memetik banyak manfaat, salah satunya adalah pada pengembangan industri olahan makanan dan minuman," kata Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Menurut dia, sejumlah kemudahan untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan, termasuk daging sapi, bisa digunakan untuk memenuhi kekurangan pasokan daging sapi dari peternak dalam negeri.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa harga daging sapi pada saat ini terpantau konsisten tinggi. Berdasarkan pantauan CIPS, harga rata-rata daging sapi di pasar tradisional menunjukkan adanya kenaikan tipis sejak Juli 2020.

Dengan IA-CEPA, lanjutnya, maka hal itu memberikan akses preferensial ke lebih dari 99 persen produk pertanian Australia yang diimpor Indonesia, sehingga usaha yang menggunakan pakan biji-bijian seperti peternakan dan daging sapi sebagai bahan produksi sekarang bisa mendapatkan keduanya dengan harga yang lebih rendah.

Beragam kemudahan tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa bermanfaat untuk mengatasi tingginya harga daging sapi di Indonesia.

"Selain dapat memastikan ketersediaan daging sapi dengan kualitas yang baik, pemerintah juga dapat memanfaatkan kemitraan IA-CEPA untuk pengembangan kapasitas peternak dalam negeri. Pengembangan kapasitas akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada margin yang diterima peternak dan juga harga jual daging sapi di tingkat konsumen," jelasnya.

Guna memaksimalkan manfaat kemitraan IA-CEPA, CIPS merekomendasikan pula agar sistem perizinan yang ada perlu diganti dengan sistem persetujuan otomatis untuk perizinan impor, untuk menghapus batasan untuk masuk ke pasar bagi swasta.

Sebelumnya, pemerintah berupaya untuk memulihkan pasokan daging sapi dan kerbau pada tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus berusaha menjaga kestabilan harga agar tidak naik terlalu tinggi.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu